BALAPULANG, PERHUTANI (15/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang, melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Larangan, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pamulihan, terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta percepatan pendapatan dari sektor agroforestry. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi bersama Komando Rayon Militer (Koramil) 16 Larangan, yang dilaksanakan di wilayah RPH Pamulihan, Selasa, (14/04).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pamulihan, Komandan Rayon Militer (Danramil) 16 Larangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Pamulihan, serta tokoh masyarakat dan pemuda Desa Pamulihan. Pertemuan berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan dalam membangun wilayah hutan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Administratur, KPH Balapulang, Angkat Wijanto, menyampaikan bahwa peran serta masyarakat dan dukungan dari aparat kewilayahan sangat penting dalam menjaga keberhasilan program Perhutani, khususnya dalam pengembangan agroforestry. Melalui pola tanam yang terintegrasi antara tanaman kehutanan dan pertanian, diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Sinergi dengan Koramil, dan masyarakat, menjadi kunci dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta mendukung peningkatan hasil agroforestry yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 16 Larangan, Kapten Infanteri Jiya, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Perhutani, dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Ia, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif dalam menjaga dan memanfaatkan lahan hutan secara bijak.

“Kami siap mendukung penuh kegiatan Perhutani, terutama dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendorong program ketahanan pangan yang sejalan dengan kepentingan nasional,” tegasnya.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Pamulihan, Koptu Akhmad Riyadi, menambahkan bahwa kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Perhutani, dan masyarakat, harus terus diperkuat guna menciptakan kondisi wilayah yang aman, produktif, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin solid antara Perhutani, TNI, dan masyarakat, dalam upaya bersama meningkatkan produktivitas hutan melalui agroforestry, serta mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Bpl/Mmy)

Editor: Tri

Copyright © 2026