Administratur, KPH Balapulang, melalui Kepala Sub Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan, Mohamad Suprianto Adiprayogo, memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui pola pertanian ramah lingkungan. Masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan pestisida maupun bahan kimia secara berlebihan yang berpotensi mencemari tanah, sumber air, serta mengganggu pertumbuhan tanaman hutan di sekitar kawasan.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanayasa, Sep Pramono, menyampaikan bahwa peran aktif masyarakat desa hutan, sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Selain sebagai sumber ekonomi masyarakat, kawasan hutan juga memiliki fungsi penting dalam menjaga tata air, mencegah erosi, serta menciptakan udara yang sehat bagi lingkungan sekitar.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap masyarakat desa hutan dapat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menggunakan cara-cara yang lebih alami dalam mengelola lahan, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Makmur, Desa Songgom Lor, Sultoni, menyambut baik kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Perhutani.
Ia, menyatakan siap mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menerapkan pola pengelolaan lahan yang lebih aman dan tidak merusak ekosistem hutan.
Dengan adanya pembinaan ini, Perhutani, KPH Balapulang, berharap sinergi dengan masyarakat desa hutan dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya kelestarian hutan yang berkelanjutan serta lingkungan yang sehat di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari, khususnya RPH Wanayasa. (Kom-PHT/Bpl/Mmy)