BALAPULANG, PERHUTANI (13/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarharjo Barat, dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjarharjo, melaksanakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat desa hutan di Petak 40 B, wilayah pangkuan RPH Banjarharjo. Kegiatan ini, bertujuan meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, khususnya pada tanaman muda. Senin, (13/04).

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjarharjo, mandor RPH Banjarharjo, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Makmur, Desa Parireja. Pembinaan berlangsung secara dialogis, di mana masyarakat diberikan pemahaman sekaligus diajak berdiskusi terkait kondisi hutan di wilayah mereka.

Dalam kesempatan terpisah, Administratur, KPH Balapulang, Angkat Wijanto, menyampaikan pentingnya menjaga keamanan tanaman muda dari berbagai gangguan, baik yang disebabkan oleh faktor manusia maupun alam.

“Tanaman muda sangat rentan terhadap kerusakan, sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan bersama agar dapat tumbuh optimal hingga masa produktif,” ujarnya.

Selain itu, dalam pembinaan juga ditekankan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat desa hutan, diimbau untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelembapan tanah, mencegah kebakaran hutan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan hutan.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjarharjo, Slamet Mujiono, menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani, dan LMDH, menjadi kunci utama dalam menjaga keberhasilan tanaman.

Ia, berharap masyarakat dapat terus meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap hutan, sehingga kelestarian dan fungsi hutan tetap terjaga.

Ketua LMDH Wana Makmur, Desa Parireja, Muhaemin, menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya Perhutani, dalam menjaga keamanan tanaman serta menghadapi ancaman kekeringan.

Ia, juga menegaskan kesiapan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pengamanan dan pemeliharaan hutan di wilayah pangkuannya.

Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Perhutani, dan masyarakat desa hutan, serta tercipta kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian hutan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Bpl/Mmy)

Editor: Tri

Copyright © 2026