BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (28/01/2026)| Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, melakukan pengecekan lokasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimanggu, sebagai upaya sinkronisasi data lapangan dan penguatan koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan aset negara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua titik strategis, yakni Desa Bantarmangu, dan Desa Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Rabu, (28/01/2026).
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan Kantor Pusat Perhutani, dari Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Sidiq. Kehadiran tim pusat menunjukkan bahwa lokasi di kedua desa tersebut memiliki urgensi dalam peta pengembangan bisnis dan perencanaan hutan ke depan.
Kegiatan pengecekan lapangan tersebut didampingi jajaran Perhutani, KPH Banyumas Barat, yang dipimpin Wakil Administratur, KPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan. Turut hadir Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang, Aswin; Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cakim; serta Kepala Sub Seksi Perencanaan KPH Banyumas Barat, Deny Gilang Pratama.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari otoritas wilayah setempat. Camat Cimanggu, Agus Priharso, serta Danramil Cimanggu, Iman Budisantoso, turut hadir meninjau lokasi untuk memastikan langkah perencanaan yang dilakukan selaras dengan kepentingan masyarakat desa serta keamanan wilayah.
Wakil Administratur, KPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan, menyampaikan bahwa pengecekan bersama tersebut bertujuan melakukan verifikasi faktual atas kondisi lahan di Desa Bantarmangu, dan Desa Cilempuyang.
“Kami melakukan pengecekan lapangan untuk menyamakan persepsi antara data perencanaan di kantor dengan kondisi di lapangan. Hal ini penting agar pengembangan bisnis yang akan dilakukan oleh Perhutani tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan dan kemanfaatan bagi warga sekitar,” ujarnya.
Perwakilan Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani, Sidiq, menambahkan bahwa survei tersebut merupakan bagian dari prosedur standar sebelum dilakukan optimalisasi lahan.
Ia, menekankan pentingnya akurasi data agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran serta memiliki landasan hukum dan teknis yang kuat.
Sementara itu, Camat Cimanggu, Agus Priharso, menyambut baik langkah transparan yang dilakukan Perhutani.
Ia, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologi dan fungsi ekonomi hutan.
“Pemerintah Kecamatan Cimanggu siap mendukung program Perhutani, selama memberikan dampak positif bagi pembangunan desa, khususnya di Bantarmangu dan Cilempuyang. Kami berharap sinergi ini dapat meminimalkan potensi konflik agraria dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Danramil Cimanggu, Iman Budisantoso, menegaskan dukungan dari sisi keamanan.
“Kehadiran TNI, di sini untuk memastikan situasi kondusif. Hutan adalah aset negara yang harus kita jaga bersama. Kami mendukung penuh langkah administratif dan teknis yang tengah dijalankan oleh Perhutani,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan diskusi teknis antara tim perencanaan Perhutani, KPH Banyumas Barat, dan perangkat desa setempat. Dengan adanya pengecekan bersama ini, diharapkan rencana strategis di wilayah BKPH Majenang, khususnya RPH Cakim, dapat berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan sumber daya alam. (Kom-PHT/Byb/Twn).
Editor: Tri
Copyright © 2026