BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (13/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Julangmangu, melaksanakan kegiatan pembinaan kepada petani hutan dalam rangka antisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (13/01), dan dihadiri unsur Perhutani, pemerintah desa, serta petani hutan binaan.
Kegiatan pembinaan menghadirkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Julangmangu, Jasum sebagai narasumber utama. Turut hadir Penjabat Kepala Desa Binangun Sitam, beserta perangkat desa, serta puluhan petani hutan dari wilayah sekitar kawasan hutan petak-petak kerja RPH Julangmangu.
Dalam arahannya, Kepala RPH Julangmangu, Jasum, menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya petani hutan, dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan, seperti penebangan liar, perambahan lahan, kebakaran hutan, maupun konflik sosial. Ia menegaskan bahwa keamanan hutan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat desa sekitar hutan agar turut menjaga dan melestarikan kawasan hutan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan dan lingkungan kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jasum, juga memberikan pemahaman terkait ketentuan hukum yang berlaku dalam pengelolaan kawasan hutan, peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi melanggar hukum di kawasan hutan.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Binangun, Sitam, mengapresiasi langkah Perhutani, yang melibatkan petani hutan dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Desa Binangun.
Ia, berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin memahami aturan dan tidak terjadi konflik dalam pemanfaatan hutan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembinaan ini. Desa kami berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan sebagian warga merupakan petani hutan binaan Perhutani, sehingga komunikasi dan kerja sama yang baik perlu terus dijaga,” tuturnya.
Kegiatan pembinaan diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara petani hutan dan pihak Perhutani. Dalam sesi tersebut, para petani hutan menyampaikan pengalaman di lapangan serta masukan untuk peningkatan sinergi ke depan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, berharap sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar hutan semakin kuat dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan negara. Perhutani, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani hutan guna menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Byb/Twn)
Editor: Tri
Copyright © 2026