BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (04/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Banyumas Barat terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mitra kerja sekaligus mengoptimalkan produksi getah pinus. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teknis bagi para penyadap yang berlangsung di Dusun Tanjungsari, Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (04/03).

Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman salah satu penyadap senior, Sudirto, ini merupakan bagian dari jemput bola manajemen untuk mendengar langsung aspirasi pekerja di lapangan. Acara ini dihadiri Administratur KPH Banyumas Barat Yohanes Eka Cahyadi, yang diwakili Kepala BKPH Sidareja Sukirto, didampingi Kepala RPH Sidareja Rino serta jajaran mandor setempat.

Administratur KPH Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Sidareja, Sukirto menekankan bahwa penyadap adalah ujung tombak perusahaan. Ia berpesan agar para penyadap selalu menjaga kualitas getah dengan menghindari campuran kotoran (sampah/anorganik) agar nilai jual dan mutu produk tetap terjaga di pasar global.

Ia menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi dedikasi Bapak-bapak di Dusun Tanjungsari. KPH Banyumas Barat melalui BKPH Sidareja akan terus memberikan dukungan, baik berupa bimbingan teknis maupun pemenuhan sarana prasarana sadapan, agar target produksi tahun 2026 dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan bagi kedua belah pihak.”

Selain fokus pada produksi, pembinaan ini juga memberikan edukasi mengenai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta teknik pembaruan bidang sadap (quare) yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan agar pohon pinus tetap sehat dan memiliki masa produktif yang lebih panjang.

Dalam sambutannya Kepala RPH Sidareja menambahkan bahwa wilayah Desa Segaralangu memiliki potensi hutan pinus yang sangat produktif. Sinergi yang baik antara Perhutani dan warga sekitar hutan diharapkan dapat mencegah gangguan keamanan hutan (Gakkumhut) serta menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Cipari.

Sementara itu, Sudirto selaku tuan rumah mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran pejabat Perhutani ke rumahnya. Menurutnya, kunjungan langsung seperti ini memberikan motivasi tambahan bagi para penyadap untuk lebih giat bekerja. “Kami merasa dihargai. Dengan adanya pembinaan ini, kami jadi lebih tahu cara menyadap yang benar tanpa merusak pohon,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi hangat dan penyerahan stimulan secara simbolis kepada perwakilan penyadap sebagai bentuk apresiasi atas capaian kerja mereka selama ini. Melalui pembinaan rutin ini, Perum Perhutani berharap kemitraan dengan masyarakat desa hutan semakin kuat demi mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera. (Kom-PHT/Byb/Twn)

Editor: Tri
Copyright © 2026