BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (09/04/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas hasil hutan bukan kayu sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat mitra hutan. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan rutin bagi para pekerja penyadap getah pinus yang dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan Majenang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Majenang pada (09/04/2026).

Kegiatan pembinaan yang berlangsung khidmat namun komunikatif ini dilaksanakan di kediaman Riswo, salah satu tokoh penyadap senior di wilayah tersebut. Kehadiran jajaran manajemen Perhutani di tengah-tengah pemukiman pekerja ini menunjukkan pendekatan humanis dalam menjaga produktivitas getah pinus.

Administratur atau Kepala KPH Banyumas Barat Yohanes Eka Cahyadi yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan lainnya diwakili oleh Kepala BKPH Majenang Aswin. Dalam kesempatan tersebut, Aswin didampingi Kepala RPH Majenang Ratmono beserta jajaran petugas lapangan yang sehari-hari mengawal teknis penyadapan di hutan.

Dalam sambutannya, Aswin menyampaikan pesan dari Administratur KPH Banyumas Barat mengenai pentingnya menjaga kelestarian pohon pinus sambil mengejar target produksi.

“Penyadap adalah ujung tombak perusahaan. Tanpa dedikasi bapak-bapak di lapangan, target produksi getah pinus tidak akan tercapai. Namun kami juga menekankan bahwa teknik menyadap harus sesuai aturan agar pohon tetap sehat dan dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Kepala BKPH Majenang Aswin.

Pembinaan kali ini memfokuskan pada tiga poin utama, yaitu optimalisasi produksi, kualitas getah, dan keselamatan kerja. Kepala RPH Majenang Ratmono memberikan edukasi teknis mengenai kedalaman luka sadap dan penggunaan stimulan yang benar agar tidak merusak kambium pohon secara berlebihan.

“Kami ingin hasil yang melimpah, tetapi keberlangsungan hidup pohon adalah prioritas utama. Melalui pembinaan ini, kami berharap para penyadap dapat saling bertukar informasi mengenai kendala di lapangan, baik faktor cuaca maupun teknis alat kerja,” jelas Kepala RPH Majenang Ratmono.

Selain aspek teknis, para petugas lapangan juga mengingatkan para penyadap untuk selalu menjaga kebersihan getah dari kotoran seperti serasah atau tanah, karena kualitas getah yang murni akan sangat memengaruhi nilai jual dan insentif yang diterima.

Tuan rumah kegiatan Riswo menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan jajaran manajemen Perhutani ke rumahnya. Menurutnya, dialog langsung seperti ini membuat para penyadap merasa lebih diperhatikan dan dihargai sebagai mitra kerja.

“Kami merasa senang pihak Perhutani mau datang langsung ke sini. Kami jadi lebih paham cara menyadap yang benar dan merasa lebih semangat karena target perusahaan dijelaskan secara terbuka kepada kami,” ungkap Riswo.

Melalui kegiatan pembinaan yang bersifat jemput bola ini, KPH Banyumas Barat berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar hutan semakin harmonis. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik dapat diminimalisir dan produktivitas getah pinus di wilayah RPH Majenang diharapkan dapat meningkat secara signifikan pada tahun ini.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan simbolis perlengkapan kerja untuk mendukung aktivitas penyadapan di area BKPH Majenang. Kegiatan ini menegaskan bahwa sektor kehutanan bukan hanya soal pohon, melainkan juga tentang kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup darinya. (Kom-PHT/Byb/Twn)

Editor: Tri
Copyright © 2026