BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (30/03/2026)| Keseriusan dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam di wilayah Kabupaten Cilacap terus diperkuat oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya prosesi penyerahan Perjanjian Kerjasama sekaligus penguatan kerjasama pengelolaan Wisata Tritih bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Purwalestari pada (30/03).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting bagi keberlangsungan ekosistem pariwisata di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih. Hadir mewakili Administratur/KKPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, yakni Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestry dan Wisata, Widagdo. Kehadiran Widagdo didampingi oleh KSS Kemitraan Produktif, Kaswan, serta Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur Kusnadi beserta jajaran personil lapangan lainnya.
Dari pihak mitra, hadir secara langsung Ketua LMDH Purwalestari, Sarwono, yang didampingi oleh jajaran pengurus serta anggota LMDH yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pengelolaan teknis di lapangan.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Widagdo, Administratur KPH Banyumas Barat Yohanes Eka Cahyadi menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk implementasi dari visi Perhutani dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Wisata Tritih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh. Melalui pembaruan kerjasama dengan LMDH Purwalestari, kami berharap ada inovasi-inovasi baru yang muncul sehingga daya tarik wisata ini meningkat, namun tetap menjaga fungsi kelestarian hutan sebagai prioritas utama,” ujar Widagdo saat menyampaikan pesan Administratur.
Lebih lanjut, Kaswan Kusnadi selaku KSS Kemitraan menekankan bahwa aspek legalitas dalam kerjasama ini sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara Perhutani dan LMDH adalah kunci keberhasilan pengelolaan hutan, baik dari sisi produksi maupun jasa lingkungan seperti pariwisata.
Sementara itu, Ketua LMDH Purwalestari, Sarwono, menyambut baik kelanjutan kerjasama ini. Ia menyatakan bahwa masyarakat Desa Tritih dan sekitarnya sangat bergantung pada keberadaan hutan, tidak hanya sebagai pelindung lingkungan tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian tambahan melalui sektor wisata.
“Kami berterima kasih kepada Perhutani KPH Banyumas Barat yang terus memberikan kepercayaan kepada kami. Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan bagi pengunjung Wisata Tritih dan memastikan area hutan tetap bersih, asri, dan aman bagi wisatawan. Anggota kami siap bekerja keras demi kemajuan bersama,” tegas Sarwono.
Wisata Tritih sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Cilacap yang menawarkan suasana hutan pinus dan udara yang sejuk. Dengan adanya penguatan kerjasama ini, direncanakan akan ada penambahan fasilitas penunjang serta peningkatan promosi digital guna menarik wisatawan dari luar daerah.
Acara diakhiri dengan diskusi santai mengenai evaluasi pengelolaan tahun sebelumnya dan pemetaan kendala di lapangan. Pihak BKPH Rawa Timur menyatakan kesiapannya untuk terus melakukan pendampingan teknis kepada LMDH agar standar operasional prosedur (SOP) keamanan dan kenyamanan wisata tetap terjaga sesuai regulasi Perhutani.
Dengan semangat kemitraan ini, diharapkan Wisata Tritih mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif bagi warga sekitar dan menyumbang kontribusi positif bagi pendapatan daerah maupun negara melalui sektor pariwisata kehutanan yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Byb/Twn).