BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (03/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bersama Pemerintah Desa Sidaurip bersinergi memperkuat sistem pengamanan kawasan hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kubangkangkung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kawunganten. Langkah kolaboratif tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi strategis yang melibatkan unsur pemerintah desa dan jajaran Perhutani setempat.
Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kawunganten Totok Sugiarto yang mewakili Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkussiyanto Putro. Turut hadir Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kubangkangkung Djasum serta Kepala Desa Sidaurip Sutrasno. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam menjaga kelestarian ekosistem serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkussiyanto Putro melalui Kepala BKPH Kawunganten Totok Sugiarto menyampaikan bahwa menjaga kelestarian dan keamanan hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri. Dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah desa dan masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, sangat diperlukan.
“Koordinasi ini merupakan langkah antisipatif dan mitigasi dini terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan hutan, seperti pembalakan liar, pencurian kayu, hingga potensi kebakaran hutan. Sinergi ini juga menjadi sarana untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Totok.
Sementara itu, Kepala Desa Sidaurip Sutrasno menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, Pemerintah Desa Sidaurip siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengamanan kawasan hutan karena kelestarian hutan memberikan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat, seperti menjaga ketersediaan sumber air serta mencegah terjadinya bencana alam.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan pembinaan yang terus terjalin. Warga Desa Sidaurip menyadari bahwa kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah desa siap berkomunikasi secara aktif dan membantu mengawasi kawasan hutan agar tetap kondusif,” ungkap Sutrasno.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi teknis mengenai pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli gabungan secara rutin, serta penegasan tata tertib pengelolaan lahan bagi petani hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan berbagai potensi pelanggaran kehutanan dapat dicegah sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan paru-paru lingkungan dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Byb/Twn).
Editor: Tri
Copyright © 2026