BANYUMAS BARAT PERHUTANI (05-06-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, menerima paparan dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Jurusan Silvikultur, terkait kegiatan praktik lapangan pembuatan persemaian pinus yang dilaksanakan di Persemaian Pinus, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karangpucung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lumbir. Kegiatan tersebut berlangsung pada 05/01, bertempat di Ruang Rapat Kantor KPH Banyumas Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Administratur KPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, yang didampingi Wakil Administratur KPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan, beserta jajaran manajemen Kantor KPH Banyumas Barat, dan para Kepala Seksi Substansi terkait. Paparan ini merupakan bagian dari sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan Perhutani dalam pengembangan serta penerapan ilmu kehutanan secara langsung di lapangan.

Administratur KPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa Perhutani terbuka untuk menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa. Ia, juga mengapresiasi semangat serta kontribusi ide dari mahasiswa UGM, yang diharapkan dapat menjadi masukan positif dalam pengelolaan persemaian ke depan.

“Kegiatan seperti ini sangat kami dukung. Selain sebagai bentuk kontribusi Perhutani, terhadap dunia pendidikan, kami juga memperoleh wawasan baru dari perspektif akademik yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan produktivitas persemaian,” ungkap Yohanes.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Mahasiswa UGM, Angga Pratama, memaparkan hasil pengamatan serta praktik pembuatan persemaian pinus yang telah dilakukan bersama timnya di lapangan. Paparan meliputi proses pengumpulan benih, perlakuan benih, penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga evaluasi tingkat keberhasilan tumbuh bibit pinus di persemaian. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan praktik tersebut mendapat dukungan penuh dari Perhutani.

“Praktik di Persemaian Karangpucung ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran bagi kami. Selain aspek teknis, kami juga belajar mengenai pengelolaan kawasan persemaian secara menyeluruh,” ujar Angga.

Empat rekan Angga, secara bergiliran turut menyampaikan materi tambahan terkait inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi persemaian dan daya tumbuh bibit pinus. Materi tersebut mencakup rekomendasi teknis berdasarkan kajian literatur akademik serta hasil pengamatan langsung di lapangan.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan diskusi interaktif antara mahasiswa dan jajaran manajemen Perhutani. Diskusi berlangsung secara hangat dan produktif dengan membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan persemaian serta peluang pengembangan kerja sama antara Perhutani, dan perguruan tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga sinergi antara dunia akademik dan praktisi kehutanan dapat semakin ditingkatkan guna mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan yang lebih baik. (Kom-PHT/Byb/Twn).

Editor: Tri

Copyright © 2026