BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (09/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, melaksanakan kegiatan patroli gabungan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rawa Kuna, yang difokuskan di kawasan hutan Petak 47, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, pada (09/04). Kegiatan ini, merupakan bentuk komitmen Perhutani, dalam menjaga keamanan hutan dan kelestarian ekosistem.
Kegiatan patroli ini, dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan hutan (gukamhut), seperti penebangan liar, perburuan satwa dilindungi, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sinergi antara Perhutani, dan masyarakat sekitar hutan, menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
Administratur, KPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi. Dalam arahannya, Kusnadi, menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara Perhutani, dan masyarakat yang tergabung dalam LMDH.
“Hutan adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Patroli gabungan ini, bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wujud tanggung jawab kolektif untuk memastikan Petak 47, tetap lestari dan bebas dari aktivitas ilegal yang merusak lingkungan,” ujarnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cilacap, Jamaniyanto; Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih, Warman; serta Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikiperan, Muswarsono. Kehadiran para kepala RPH ini, menunjukkan koordinasi lintas wilayah yang solid di bawah naungan BKPH Rawa Timur.
Di sisi lain, Ketua LMDH Rawa Kuna, Ruswandi, hadir langsung memimpin anggotanya untuk ikut serta dalam menyusuri jalur-jalur rawan di kawasan hutan.
Ia, menyampaikan bahwa masyarakat desa hutan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga wilayah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.
“Kami dari LMDH Rawa Kuna, berkomitmen untuk selalu bersinergi dengan Perhutani. Jika hutan terjaga dengan baik, maka manfaat ekonomi dan ekologisnya juga akan dirasakan oleh masyarakat. Kami siap menjadi garda terdepan dalam membantu petugas lapangan melakukan pengawasan,” tegasnya.
Patroli yang berlangsung dengan menyusuri medan yang cukup menantang di Petak 47 ini, diakhiri dengan diskusi santai (coffee morning), di tengah hutan untuk mengevaluasi kondisi lapangan serta merumuskan strategi pengamanan ke depan. Seluruh pihak sepakat bahwa komunikasi intensif antara petugas RPH, dan anggota LMDH, harus terus dijaga demi terciptanya kondusivitas wilayah hutan yang berkelanjutan.
Dengan adanya patroli rutin yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan berbagai potensi ancaman terhadap kelestarian hutan di wilayah KPH Banyumas Barat, khususnya di BKPH Rawa Timur, dapat diminimalisir secara efektif. (Kom-PHT/Byb/Twn).
Editor: Tri
Copyright © 2026