BLORA, PERHUTANI (07/03/2026) | Perum Perhutani KPH Blora bersama jajaran Polsek Ngawen melaksanakan kegiatan penanaman jagung kuartal I tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 151-J RPH Bradag, BKPH Ngawenombo dengan luas lahan 3 hektare, pada Sabtu (07/03).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Ngawen beserta jajaran, Asper/KBKPH Ngawenombo beserta segenap KRPH, Ketua Bhayangkari Ranting Ngawen beserta anggota, PPL Kecamatan Ngawen, perwakilan LMDH Desa Balong, LMDH Desa Srigading, LMDH Desa Bradag, LMDH Desa Semawur, LMDH Desa Karanggeneng, TPM KPH Blora, serta masyarakat petani hutan.

Administratur/KKPH Blora melalui Asper/KBKPH Ngawenombo, Muntaha, menyampaikan bahwa dukungan Perhutani terhadap program penanaman jagung kuartal I tahun 2026 ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanaman bersama ini merupakan wujud nyata upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui sistem agroforestry, yaitu perpaduan antara tanaman kehutanan dan tanaman pertanian.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Sukaryono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perhutani serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan penanaman jagung ini. Ia berharap kegiatan penanaman jagung tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta mampu mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah.

Ia juga berharap sinergi antara Perhutani, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan secara optimal.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemanfaatan lahan kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang sehingga keberadaan hutan tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (Kom-PHT/Blr/Ist)

Editor: Tri
Copyright © 2026