CEPU, PERHUTANI (08/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu membangun mushola di Pos PTM Sogo-Sogo, petak 85 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglebur, pada Senin (08/06). Pembangunan fasilitas ibadah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan personel yang bertugas di lokasi.

Pembangunan mushola merupakan bentuk kepedulian Perhutani KPH Cepu terhadap kebutuhan spiritual karyawan yang melaksanakan piket selama 24 jam. Selain sebagai sarana ibadah, mushola juga diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi personel untuk berdiskusi serta mempererat kerukunan dan kekompakan dalam menjalankan tugas.

Mewakili Administratur KPH Cepu, Wakil Administratur KPH Cepu, Lukman Jayadi, mengatakan bahwa pembangunan mushola di area Pos PTM Sogo-Sogo merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan personel yang melaksanakan piket selama 24 jam.

“Fasilitas ini memastikan personel yang bertugas dapat menjalankan ibadah salat lima waktu dengan khusyuk dan tepat waktu tanpa harus meninggalkan area Pos Sogo-Sogo. Dengan demikian, tugas pengamanan tetap dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Lukman Jayadi berharap pembangunan mushola tersebut dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan oleh personel yang bertugas maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

“Semoga mushola ini segera selesai dan dapat digunakan dengan baik oleh para personel maupun masyarakat yang melewati jalur ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglebur, Karyono, menjelaskan bahwa pembangunan mushola di dekat pos penjagaan merupakan langkah yang tepat untuk memudahkan akses ibadah bagi petugas keamanan, karyawan, dan tamu, tanpa mengurangi fungsi pengawasan kawasan.

“Tujuan utama pembangunan mushola ini adalah memberikan kemudahan bagi petugas dan masyarakat dalam menjalankan ibadah sekaligus tetap menjaga efektivitas pengawasan di sekitar pos,” katanya.

Di tempat yang sama, tukang kayu pembangunan mushola, Kasirun, menjelaskan bahwa bangunan mushola memiliki ukuran sekitar 3 meter x 3 meter dengan tambahan ruang imam berukuran 2 meter x 1,5 meter. Dinding dan lantai mushola menggunakan material kayu jati.

“Dengan ukuran tersebut, mushola dapat digunakan untuk salat berjamaah dengan kapasitas lebih dari 10 orang,” jelasnya.

Melalui pembangunan mushola ini, Perhutani berharap kebutuhan spiritual personel yang bertugas dapat terpenuhi dengan baik sehingga mampu mendukung kenyamanan, semangat kerja, serta kebersamaan dalam menjaga keamanan kawasan hutan. (Kom-PHT/Cpu/Pai).

Editor: Tri

Copyright © 2026