GUNDIH, PERHUTANI (12/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih, memperkuat komitmen pelestarian hutan melalui kegiatan sulaman tanaman di Petak 48C, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Krai, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gundih, pada Sabtu (10/01).

Kegiatan sulaman tanaman ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga fungsi ekologis kawasan hutan, khususnya pada area yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Kawasan tersebut termasuk dalam Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), yang memiliki peran penting dalam menjaga konservasi tanah dan air.

Kegiatan ini melibatkan sinergi antara jajaran Perhutani BKPH Gundih, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Cindhe Laras, Dusun Krai, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Sebanyak 1.500 bibit tanaman, ditanam di lokasi KPS, yang terdiri atas jenis alpukat, mangga, jambu mete, dan asam jawa.

Administratur KPH Gundih, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gundih, Gudel, menegaskan bahwa kegiatan sulaman tanaman merupakan bagian dari tanggung jawab Perhutani, dalam menjaga keberlanjutan vegetasi hutan, terutama di kawasan lindung setempat.

“Sulaman tanaman ini tidak hanya bertujuan menjaga tutupan vegetasi, tetapi juga memperkuat fungsi konservasi tanah dan air guna mencegah terjadinya pendangkalan sungai. Mengingat lokasinya berada di sepanjang aliran sungai, rehabilitasi vegetasi di kawasan ini menjadi sangat penting,” ujar Gudel.

Selain berfungsi ekologis, pemilihan jenis tanaman buah sebagai multi purpose tree species (MPTS), juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan.

“Dengan menanam tanaman buah, kami berharap ke depan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan tanpa mengganggu fungsi utama hutan,” tambahnya.

Petak 48C, dipilih secara strategis karena memiliki potensi besar sebagai daerah tangkapan air. Perbaikan vegetasi di lokasi tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap optimal.

Ketua LMDH Cindhe Laras, Suwadi, menyambut positif kolaborasi yang dilakukan bersama Perhutani.

Ia, menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penanaman merupakan wujud kepedulian dan rasa memiliki terhadap kawasan hutan.

“Kami merasa ikut memiliki dan bertanggung jawab terhadap hutan ini. Dengan menanam pohon, kami tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan generasi kami. Ini merupakan bentuk kerja sama yang harmonis antara Perhutani dan masyarakat,” tutur Suwadi.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Gundih, menegaskan bahwa keberlanjutan hutan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengelola hutan dan masyarakat sekitar agar kelestarian hutan tetap terjaga hingga generasi mendatang. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)

Editor: Tri

Copyright © 2026