Panen raya dipusatkan di Petak 154a, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngablak, BKPH Madoh. Acara dihadiri oleh jajaran Perhutani, perwakilan LMDH Jati Mulya, serta warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer.
Administratur, KPH Gundih, Haris Setiana, melalui Kepala BKPH Madoh, Jumali, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Perhutani, dalam mendampingi masyarakat melalui program kemitraan kehutanan. Kegiatan ini, juga sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan kawasan hutan secara produktif.
“Kami terus berkolaborasi dengan LMDH, tokoh masyarakat, dan petani hutan untuk mendorong produktivitas lahan di BKPH Madoh. Harapannya, sistem kemitraan dengan komoditas jagung ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian fungsi hutan,” ujar Jumali.
Bagi petani hutan, atau pesanggem, program agroforestri ini menjadi sumber penghidupan yang penting. Salah satu petani Desa Ngrandu, Rebo, mengaku sangat terbantu dengan adanya akses lahan garapan di kawasan hutan.
“Kami berterima kasih atas fasilitas lahan dan pendampingan dari Perhutani. Dengan sistem agroforestri ini, kami dapat menanam jagung di sela-sela tanaman hutan. Hasil panen ini sangat berarti bagi perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pola tanam agroforestri juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian tegakan pohon. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan hutan yang lestari dan produktif.
Melalui kegiatan panen raya ini, Perhutani, berharap dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan guna mendukung stabilitas pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)