GUNDIH,PERHUTANI (15/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih, melalui jajaran pimpinannya memperkuat kolaborasi lintas institusi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini, diwujudkan melalui pendampingan tim asistensi Kepolisian Resor (Polres) Grobogan, dalam persiapan panen jagung raya di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gundih, Selasa, (14/04).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan tersebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi lahan melalui pola agroforestri. Tim asistensi, dipimpin oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Grobogan, Komisaris Polisi Lamsir, didampingi Wakil Administratur, KPH Gundih, Anggoro Dwi Kasih, serta Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gundih, Gudel.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur, KPH Gundih, Anggoro Dwi Kasih, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, pemanfaatan lahan hutan untuk tanaman pangan seperti jagung merupakan solusi tepat dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kami menyambut baik asistensi ini sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dan Polri. Harapannya, kolaborasi ini dapat memastikan pelaksanaan panen berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian SDM Polres Grobogan, Komisaris Polisi Lamsir, menjelaskan bahwa kehadiran tim asistensi bertujuan untuk memverifikasi kesiapan teknis di lapangan.

Ia, menambahkan bahwa Polri, memiliki peran dalam mengawal distribusi dan keberhasilan sektor pertanian, termasuk yang memanfaatkan lahan negara.

“Kami ingin memastikan seluruh tahapan panen nanti terlaksana dengan baik. Pendampingan ini merupakan wujud nyata penguatan peran Polri, dalam mendukung sektor pertanian di kawasan hutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Selain aspek ketahanan pangan, kegiatan ini juga menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gundih, Gudel, menegaskan bahwa pola tanam produktif di bawah tegakan hutan merupakan pilar utama dalam pengelolaan hutan berbasis kemitraan.

“Kami terus mendorong pengelolaan hutan yang produktif. Dengan meningkatnya hasil panen jagung, produktivitas lahan tetap terjaga dan ekonomi masyarakat sekitar hutan diharapkan ikut meningkat,” jelasnya.

Melalui sinergi antara Perhutani, Polri, dan masyarakat, pemanfaatan lahan di KPH Gundih, diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan fungsi perlindungan hutan dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)

Editor: Tri

Copyright © 2026