GUNDIH, PERHUTANI (05/03/2026) | Perum Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih, melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dalen, terus memperkuat pengamanan kawasan hutan di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Langkah ini ditempuh dengan mempererat koordinasi lintas sektoral bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gabus, untuk mengantisipasi berbagai ancaman gangguan keamanan hutan, Kamis, (05/03).

Wakil Administratur, KPH Gundih, Anggoro Dwi Kasih, bersama Pabin Jagawana, Ipda Tedy, melaksanakan koordinasi dengan Kapolsek Gabus, AKP Witoyo, di kantor BKPH Dalen. Pertemuan ini membahas penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban kawasan hutan, khususnya di wilayah kerja BKPH Dalen, yang berbatasan langsung dengan sejumlah desa penyangga hutan.

Waka Adm, KPH Gundih, Anggoro Dwi Kasih, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektoral merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan, termasuk pencegahan illegal logging, kebakaran hutan, serta tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Sinergi antara Perhutani, dan Kepolisian, sangat penting untuk memastikan kawasan hutan tetap aman dan kondusif. Kami berharap komunikasi dan koordinasi seperti ini terus terjalin secara intens,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Gabus, AKP Witoyo, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung pengamanan kawasan hutan melalui patroli bersama dan pertukaran informasi secara berkala.

“Pintu kami selalu terbuka untuk koordinasi. Kami siap bersinergi, baik dalam bentuk pertukaran informasi intelijen maupun tindakan preventif melalui patroli bersama. Jika komunikasi berjalan solid, stabilitas wilayah di sekitar hutan akan terjaga dan penanganan gangguan bisa lebih efektif,” tegas, AKP Witoyo.

Melalui koordinasi ini, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah BKPH Dalen, tetap terjaga sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Wilayah BKPH Dalen, yang berada di bawah naungan KPH Gundih, merupakan bagian dari sabuk hijau di Grobogan, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain fokus pada pencegahan pencurian hasil hutan, sinergi ini juga diarahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pinggiran hutan agar tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan. Langkah preventif ini diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi pelaku perusakan hutan sekaligus membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga hutan demi kelangsungan sumber daya air dan pencegahan bencana alam di masa depan. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)

Editor: Tri

Copyright © 2026