KEBONHARJO, PERHUTANI (11/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale melaksanakan kegiatan ubinan jagung musim panen pertama tahun 2026 di Petak 57 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tuder, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tuder, pada Selasa (10/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut petugas PPL Kecamatan Sale, perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Dharma Wana Raharja Desa Wonokerto Kecamatan Sale, serta perwakilan pesanggem wilayah BKPH Tuder.

Pelaksanaan ubinan jagung bertujuan untuk memperkirakan hasil produktivitas per hektare dengan menimbang hasil panen dari sampel berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Tahapan kegiatan meliputi penentuan titik sampel secara acak, panen jagung pada petakan sampel, pemipilan dan penimbangan tongkol, serta konversi hasil ke dalam satuan kilogram per hektare (kg/ha). Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi potensi produksi dan strategi budi daya pada musim tanam berikutnya.

Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala BKPH Tuder Sutikno menjelaskan bahwa kegiatan ubinan merupakan salah satu metode untuk memprediksi jumlah produksi dan produktivitas jagung melalui penentuan sampel, pengukuran, dan penimbangan.

“Dengan pelaksanaan ubinan ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara optimal guna mendukung data pertanian di Kecamatan Sale yang lebih baik ke depan serta menjadi acuan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Selain mendukung data pertanian, kegiatan ubinan jagung juga menjadi bagian dari evaluasi hasil panen dan produktivitas tanaman jagung, serta untuk menentukan besaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayarkan pesanggem.

Petugas PPL Kecamatan Sale Luffa Ade Novitasari yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan semangat petani dalam mengelola lahan di kawasan hutan terus meningkat serta mampu mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah BKPH Tuder yang masuk wilayah administratif Desa Wonokerto Kecamatan Sale.

“Kegiatan ubinan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui potensi hasil panen serta bahan evaluasi bagi pesanggem dalam meningkatkan teknik budi daya tanaman jagung. Selain itu, hasil ubinan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan ke depan,” terangnya. (Kom-PHT/Kbh/Ari)

Editor: Tri
Copyright © 2026