Perum Perhutani KPH Kedu Selatan (09/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, melaksanakan kegiatan evaluasi pekerjaan sampai dengan Triwulan I Tahun 2026, pada Selasa, (07/02), bertempat di ruang rapat pimpinan (Rapim) Kantor KPH Kedu Selatan.
Kegiatan ini, dipimpin langsung oleh Administratur KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, serta dihadiri oleh Wakil Administratur, KPH Kedu Sela,tan, Yudi Noviar, segenap Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi, Kepala Urusan, serta Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di wilayah KPH Kedu Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Administratur, KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, menyampaikan bahwa evaluasi ini, bertujuan untuk meninjau capaian kinerja selama periode Triwulan I, hingga periode II Maret 2026, berdasarkan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator atau KPI). Adapun capaian kinerja meliputi produksi kayu tebangan jati (warna merah), tebangan kayu rimba (warna biru), agroforestry (warna merah), getah pinus (warna kuning), dan wisata (warna hijau). Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan berbagai kendala serta upaya yang telah dilakukan di lapangan.
Kegiatan evaluasi ini, turut dihadiri oleh Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, yang memberikan pengarahan kepada seluruh peserta rapat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya percepatan capaian target kerja, peningkatan disiplin administrasi, serta optimalisasi potensi sumber daya hutan.
Ia, juga menyampaikan bahwa kegiatan tebangan jati harus dapat diselesaikan dengan cepat agar capaian KPI, dapat meningkat menjadi kategori biru, serta mendorong agar capaian pada sektor lain tetap dipertahankan.
Selain itu, ia menekankan perlunya langkah inovatif dalam kegiatan penyadapan untuk mengantisipasi kekurangan tenaga penyadap. Salah satu upaya yang ditawarkan adalah melalui kerja sama dengan Primer Koperasi Karyawan (Primkokar), Perhutani, Kedu Selatan, sebagai penyedia tenaga kerja. Skema tersebut memungkinkan penyediaan tenaga kerja dengan upah sesuai Upah Minimum Regional (UMR) kabupaten, disertai sistem penggajian berbasis target perolehan getah, sehingga karyawan dapat lebih fokus dalam bekerja tanpa terganggu aktivitas lainnya.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, juga mengingatkan agar seluruh jajaran tetap menjaga sinergi dan koordinasi antarbagian, serta meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan di lapangan guna meminimalisir potensi permasalahan yang dapat menghambat pencapaian target.
Dengan dilaksanakannya kegiatan evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran KPH Kedu Selatan, dapat lebih fokus dalam menjalankan program kerja, memperbaiki kekurangan yang ada, serta mampu mencapai target yang telah ditetapkan secara optimal pada tahun 2026. (Kom-PHT/Kds/Bhs).
Editor: Tri
Copyright © 2026