Purworejo, Kedu Selatan (06/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal 1447 H, yang berlangsung di Aula Kantor KPH Kedu Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Administratur, KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, dan dihadiri oleh segenap jajaran manajemen, seluruh karyawan, serta Ikatan Istri Karyawan (IIK) KPH Kedu Selatan, Sabtu, (04/04/2026).
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara, Midin, atas nama karyawan Perhutani, KPH Kedu Selatan, menyampaikan ikrar halalbihalal, berupa permohonan maaf lahir dan batin kepada pimpinan, baik secara kedinasan maupun pribadi.
Ia, menyampaikan bahwa dalam pergaulan dan interaksi sehari-hari tentu terdapat kesalahan dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, serta berharap pada momen hari yang fitri ini seluruh insan dapat kembali bersih dari dosa.
Dalam sambutannya, Administratur, KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, menerima ikrar tersebut dengan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh karyawan.
Ia, menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kekompakan, serta membangun semangat kebersamaan dalam lingkungan kerja.
Ia, juga mengajak seluruh karyawan untuk menjadikan Idulfitri, sebagai titik awal dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja dengan dilandasi nilai keikhlasan.
Acara ini semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan oleh Kyai Syamsul Hadi, dari Pondok Pesantren Kaliabu, Salaman, Magelang. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema tentang ibadah di bulan Ramadan dan makna mendalam dari halalbihalal.
Ia, menjelaskan bahwa ibadah di bulan Ramadan, merupakan sarana untuk membersihkan diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah Swt. Namun demikian, kesempurnaan ibadah tidak hanya bergantung pada hubungan dengan Allah (hablum minallah), tetapi juga sangat ditentukan oleh hubungan sesama manusia (hablum minannas).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dosa antarsesama manusia merupakan dosa yang sangat berat. Bahkan, meskipun seseorang telah meninggal dunia, dosa tersebut tidak akan lebur apabila belum ada saling memaafkan. Oleh karena itu, halalbihalal, menjadi momentum yang sangat penting untuk benar-benar membuka hati, saling memaafkan dengan tulus, dan menghapus kesalahan yang pernah terjadi.
“Jangan sampai kita membawa dosa kepada sesama hingga akhir hayat karena dosa kepada manusia hanya bisa selesai jika ada keikhlasan untuk saling memaafkan,” pesannya dalam tausiah.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan doa serta saling bersalaman antarseluruh peserta sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di lingkungan KPH Kedu Selatan.
Melalui kegiatan Halalbihalal 1447 H ini, diharapkan seluruh jajaran KPH Kedu Selatan, dapat semakin solid, harmonis, serta mampu menjalankan tugas dengan lebih baik, dilandasi hati yang bersih, ikhlas, dan penuh semangat kebersamaan. (Kom-PHT/Kds/Bhs).
Editor: Tri
Copyright © 2026