Perum Perhutani KPH Kedu Selatan (11/6/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melaksanakan kegiatan trabas dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memastikan optimalisasi produksi getah pinus pada musim kemarau. Kegiatan yang melibatkan seluruh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di wilayah kerja KPH Kedu Selatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/06).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Administratur KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, itu menempuh jalur kawasan hutan mulai dari Petak 19 RPH Karangsambung hingga berakhir di Petak 18 RPH Sadang, BKPH Kebumen. Selain sebagai sarana monitoring lapangan, kegiatan trabas juga menjadi media koordinasi langsung antara jajaran manajemen dengan petugas lapangan dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan hutan selama musim kemarau.

Administratur KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau, potensi terjadinya karhutla mengalami peningkatan sehingga diperlukan langkah-langkah antisipatif melalui patroli dan pemantauan secara intensif. Melalui kegiatan trabas ini, seluruh jajaran dapat melakukan pengecekan kondisi kawasan hutan, aksesibilitas jalur pengamanan, ketersediaan sumber air, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Musim kemarau menuntut kesiapsiagaan seluruh personel. Kegiatan trabas ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi karhutla sekaligus memastikan seluruh petugas di lapangan memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.

Selain berfokus pada aspek perlindungan hutan, rombongan juga melakukan pemantauan terhadap kegiatan penyadapan getah pinus yang menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi KPH Kedu Selatan. Kondisi cuaca yang relatif kering pada musim kemarau dinilai dapat memberikan peluang peningkatan produksi getah apabila kegiatan penyadapan dilakukan sesuai standar operasional dan pengawasan yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi tegakan pinus, kualitas sadapan, kebersihan bidang sadap, serta produktivitas hasil getah di beberapa petak yang dilalui. Hasil pemantauan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan produksi serta mendukung peningkatan kesejahteraan para penyadap.

Para Kepala BKPH dan Kepala RPH yang mengikuti kegiatan juga diberikan arahan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penyadapan, menjaga keamanan kawasan hutan, serta memperkuat koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan dalam upaya pencegahan kebakaran.

Kegiatan trabas yang berlangsung lancar tersebut tidak hanya menjadi sarana monitoring dan evaluasi lapangan, tetapi juga mempererat sinergi antarpengelola hutan di lingkungan KPH Kedu Selatan. Dengan pengawasan yang lebih intensif selama musim kemarau, diharapkan potensi kebakaran hutan dapat diminimalkan dan target produksi getah pinus tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kedu Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelestarian hutan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan guna mendukung kinerja perusahaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kds/Bhs).

Editor: Tri

Copyright © 2026