KEDU UTARA, PERHUTANI (02/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan bibit beringin untuk konservasi mata air di Petak 22 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, pada Senin (02/02).

Bantuan bibit beringin diserahkan kepada Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tani Maju dan disaksikan oleh anggota LMDH Tani Maju Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian hutan serta melindungi sumber mata air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Yossy Elfirani menegaskan bahwa keberadaan hutan memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya sebagai penyangga sumber daya air. Menurutnya, penanaman bibit beringin di sekitar mata air merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan fungsi ekologis hutan.

Ia menyampaikan bahwa Perhutani mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan hutan dan menjaga mata air karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat, sehingga kelestarian hutan harus dijaga secara kolektif.

Lebih lanjut, Yossy Elfirani menambahkan bahwa program konservasi tersebut sejalan dengan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, di mana pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua LMDH Tani Maju Karyoto menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik program Perhutani dan siap mendukung upaya konservasi hutan di wilayah desa sekitar kawasan hutan. Ia menilai kegiatan penanaman bibit beringin tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan sumber air yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga.

Ia menegaskan kesiapan masyarakat untuk menjaga dan merawat bibit yang telah diberikan, karena kelestarian hutan sangat berkaitan erat dengan ketersediaan air yang dibutuhkan masyarakat desa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan. Perhutani menekankan bahwa upaya pelestarian hutan tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi dengan masyarakat desa hutan sebagai mitra strategis.

Melalui penyerahan bantuan bibit beringin tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara berharap kawasan hutan di Petak 22 RPH Anggrunggondok dapat terus terjaga, mata air tetap lestari, serta manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pengelolaan hutan lestari sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nur)

Editor: Tri
Copyright © 2026