Langkah preventif tersebut merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, dan pengelola basecamp, dalam menjawab kebutuhan pengawasan jalur pendakian yang semakin ramai. Pemanfaatan teknologi digital, dinilai efektif untuk mendukung pemantauan aktivitas pendaki secara real time sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun kerusakan kawasan hutan.
Administratur, Perhutani, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Basecamp Grassindo, yang telah menginisiasi pemasangan CCTV, sebagai bagian dari modernisasi pengelolaan wisata alam berbasis kawasan hutan.
“Perhutani, mengapresiasi inisiatif pengurus Basecamp Grassindo, dalam memasang CCTV, sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban jalur pendakian. Ini merupakan langkah maju dalam digitalisasi pengawasan yang selaras dengan upaya Perhutani, menjaga kawasan hutan tetap aman dan lestari,” ujar Andrie Syailendra.
Ia, menambahkan bahwa kolaborasi berbasis teknologi menjadi kebutuhan dalam pengelolaan jalur pendakian dengan intensitas kunjungan yang tinggi. Dengan sistem pengawasan yang terintegrasi, potensi risiko seperti pelanggaran aturan, kebakaran hutan, maupun kondisi darurat dapat diantisipasi lebih cepat.
Kepala BKPH Temanggung, Riry Osmaroza, menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan jalur pendakian menjadi prioritas bersama, mengingat jalur via Kledung, merupakan salah satu akses favorit pendaki.
“Keamanan jalur pendakian menjadi perhatian utama. Dengan adanya CCTV di basecamp, dan beberapa titik jalur, petugas dapat memantau situasi secara langsung dan mengambil langkah cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini sangat membantu dalam pengawasan kawasan hutan,” jelas Riry Osmaroza.
Menurutnya, sistem pengawasan digital, juga mendukung transparansi dan profesionalitas pengelolaan wisata alam berbasis kehutanan. Selain meningkatkan keamanan, keberadaan CCTV, diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pendaki serta memperkuat koordinasi antara pengelola basecamp dan petugas Perhutani.
Sementara itu, Pengurus Basecamp Grassindo, Ryan, menyampaikan bahwa pemasangan CCTV, merupakan inisiatif internal pengelola sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pendaki dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin pengelolaan pendakian semakin tertib dan aman. Dengan adanya CCTV, kami dapat memantau aktivitas di basecamp, maupun pergerakan awal pendaki sebelum memasuki jalur. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan pendampingan dari Perhutani, sehingga sistem ini dapat berjalan selaras dengan pengelolaan kawasan hutan,” ujar Ryan.
Menurutnya, digitalisasi pengawasan bukan hanya soal keamanan, melainkan juga bagian dari komitmen pengelola dalam meningkatkan kualitas layanan pendakian berbasis konservasi.
Melalui langkah preventif dan digitalisasi pengawasan ini, Perhutani, KPH Kedu Utara, berharap pengelolaan jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung, semakin tertib, aman, dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, dan pengelola basecamp, menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi hutan dan aktivitas wisata alam. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)