KEDU UTARA, PERHUTANI (29/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo melakukan koordinasi bersama pengelola Basecamp Gunung Sindoro via Kalitengah atau yang lebih dikenal dengan Basecamp Rakasindo, yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang BKPH Wonosobo, Jumat (29/05).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan jalur pendakian, keamanan kawasan hutan, keselamatan pendaki, edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pengelolaan sampah di jalur pendakian.

Koordinasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dihadiri jajaran Perhutani, pengelola basecamp, serta Pemerintah Desa Jengkol. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah langkah preventif guna menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus meningkatkan pelayanan bagi para pendaki Gunung Sindoro.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa keberadaan basecamp pendakian di kawasan hutan harus dikelola secara kolaboratif agar aspek keselamatan, kelestarian hutan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Perhutani mendukung pengelolaan wisata pendakian yang berbasis kelestarian. Jalur pendakian di kawasan hutan perlu dijaga bersama, baik dari potensi gangguan keamanan kawasan maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan. Edukasi kepada pendaki terkait larangan menyalakan api sembarangan serta kewajiban membawa turun sampah menjadi bagian penting yang terus kami dorong,” ujar Naufal Rafif.

Ia menambahkan bahwa tingginya aktivitas pendakian pada musim tertentu membutuhkan koordinasi intensif antara Perhutani dan pengelola basecamp agar pengawasan di lapangan dapat berjalan optimal. Selain itu, keberadaan relawan dan petugas basecamp dinilai sangat membantu dalam memberikan informasi keselamatan kepada para pendaki sebelum memasuki jalur pendakian.

Sementara itu, pengelola Basecamp Rakasindo, Afaf Abdan Sakuro, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi yang selama ini terjalin bersama Perhutani dalam pengelolaan jalur pendakian Gunung Sindoro via Kalitengah.

“Kami bersama Perhutani terus berupaya memberikan edukasi kepada pendaki agar menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Pendaki juga kami imbau untuk mematuhi aturan keselamatan selama pendakian demi keamanan bersama,” jelas Afaf.

Menurutnya, pengelolaan basecamp tidak hanya berfokus pada pelayanan pendakian, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan kepada para pengunjung agar kelestarian kawasan Gunung Sindoro tetap terjaga.

Kepala Desa Jengkol, Asro, menyampaikan bahwa keberadaan Basecamp Rakasindo memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas pendakian dinilai mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi warga desa.

“Dengan adanya basecamp pendakian ini, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang cukup besar. Banyak warga yang membuka warung, jasa ojek, parkir, porter, hingga penyewaan alat outdoor. Kehadiran pendaki turut menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Jengkol,” ungkap Asro.

Ia berharap sinergi antara Perhutani, pengelola basecamp, dan pemerintah desa dapat terus terjalin sehingga pengelolaan wisata pendakian dapat berjalan aman, nyaman, serta tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan.

Melalui koordinasi tersebut, Perhutani berharap pengelolaan jalur pendakian Gunung Sindoro via Kalitengah dapat menjadi contoh wisata alam berbasis kolaborasi yang mengedepankan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026