KEDU UTARA, PERHUTANI (18/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Makmur Desa Kapencar dan pengurus Basecamp Watulunyu melaksanakan patroli jalur pendakian Gunung Sindoro via Kapencar, yang masuk dalam kawasan hutan petak 21 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan dan kesiapan jalur pendakian menjelang dibukanya kembali aktivitas pendakian pada 22 Maret 2026, setelah sebelumnya ditutup selama bulan Ramadan. Rabu (18/03)

Patroli dilakukan dengan menyusuri jalur pendakian utama hingga beberapa titik strategis, meliputi pengecekan kondisi jalur, keberadaan dan kelayakan plang informasi, serta kesiapan pos-pos pendakian. Selain itu, petugas juga memastikan tidak terdapat potensi bahaya seperti jalur rawan longsor, pohon tumbang, maupun rambu yang rusak atau hilang.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pendaki. Menurutnya, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata alam di kawasan hutan.

“Melalui patroli ini, Perhutani memastikan seluruh sarana pendukung pendakian dalam kondisi baik dan layak digunakan. Perhutani juga berkoordinasi dengan LMDH serta pengelola basecamp untuk menjaga keamanan jalur agar para pendaki dapat beraktivitas dengan aman dan tertib,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Sumber Makmur, Suwandi, menuturkan bahwa keberadaan wisata pendakian Gunung Sindoro memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar hutan. Aktivitas pendakian mampu membuka peluang usaha seperti jasa parkir, warung makan, hingga penyediaan perlengkapan pendakian.

“Dengan adanya wisata pendakian ini, masyarakat sangat terbantu dalam meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kelestarian hutan serta keamanan jalur pendakian,” ungkap Suwandi.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Basecamp Watulunyu, Nursalim, yang menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyambut kembali para pendaki. Ia menjelaskan bahwa selain patroli jalur, pihak basecamp juga telah melakukan pembenahan fasilitas pendukung serta menyiapkan sistem pelayanan bagi para pengunjung.

“Kami memastikan basecamp dalam kondisi siap, baik dari sisi administrasi, pelayanan, maupun informasi kepada pendaki. Harapannya, para pendaki dapat menikmati perjalanan dengan aman sekaligus tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” tutur Nursalim.

Dengan dilaksanakannya patroli ini, diharapkan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Sindoro via Kapencar dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat positif bagi semua pihak, baik dari sisi konservasi hutan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)