KEDU UTARA, PERHUTANI (24/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mendorong modernisasi pengelolaan wisata alam berbasis hutan dengan mendampingi pengelola basecamp pendakian dalam penerapan sistem tiket pendakian berbasis digital, Rabu (22/04). Pendampingan ini dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan akurasi registrasi pendaki melalui penggunaan aplikasi tiket online yang lebih tertib, cepat, dan efisien.

Pendampingan diberikan kepada pengelola basecamp, salah satunya Basecamp Alang Alang Sewu yang merupakan jalur pendakian di kawasan hutan Perhutani KPH Kedu Utara. Melalui sistem digital tersebut, seluruh data pendaki dapat tercatat secara otomatis, mulai dari identitas pendaki, jumlah rombongan, jadwal naik-turun, hingga kontak darurat yang diperlukan saat terjadi kondisi khusus di lapangan.

Administratur KPH Kedu Utara Andrie Syailendra menyampaikan bahwa digitalisasi tiket pendakian merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan aktivitas wisata alam di kawasan hutan.

“Perhutani mendukung penuh penerapan sistem tiket online karena selain mempermudah pelayanan kepada pendaki, sistem ini juga membuat pendataan menjadi lebih akurat. Dengan registrasi digital, jumlah pengunjung dapat dipantau secara real time sehingga aspek keselamatan dan pengelolaan kawasan bisa dilakukan lebih optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pencatatan manual selama ini sering menimbulkan kendala seperti data ganda, tulisan yang sulit dibaca, maupun keterlambatan pelaporan jumlah pendaki. Dengan penggunaan aplikasi digital, pengelola basecamp dapat mengetahui kapasitas pendakian setiap hari sehingga dapat mencegah penumpukan pendaki di jalur maupun area camping.

Selain meningkatkan ketertiban administrasi, sistem tiket online juga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para pendaki. Calon pendaki kini dapat melakukan pemesanan tiket sebelum keberangkatan melalui aplikasi sehingga proses registrasi di basecamp menjadi lebih cepat tanpa antrean panjang. Hal ini sekaligus mendukung pengelolaan wisata alam yang lebih profesional di kawasan hutan.

Pengelola Basecamp Alang Alang Sewu Deddy Setiyawan mengungkapkan bahwa pendampingan dari Perhutani sangat membantu dalam proses transisi dari sistem manual menuju sistem digital. Menurutnya, perubahan tersebut membawa manfaat besar bagi pengelola maupun para pendaki.

“Dengan adanya pendampingan dari Perhutani, kami menjadi lebih memahami cara penggunaan aplikasi tiket online. Sistem ini sangat membantu karena data pendaki tersimpan rapi dan bisa langsung diakses kapan saja. Kami juga lebih mudah memantau jumlah pendaki yang masuk setiap harinya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sistem digital juga membantu mempercepat koordinasi jika terjadi kondisi darurat di jalur pendakian. Data pendaki yang tersimpan dalam aplikasi dapat menjadi acuan penting bagi petugas saat melakukan pengecekan maupun evakuasi apabila diperlukan.

Perhutani menilai penerapan digitalisasi dalam sistem tiket pendakian merupakan langkah penting dalam menyesuaikan pengelolaan wisata alam dengan perkembangan teknologi. Selain meningkatkan kualitas pelayanan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan hutan melalui pengendalian jumlah pengunjung yang lebih terukur.

Ke depan, Perhutani KPH Kedu Utara akan terus mendampingi para pengelola wisata alam di kawasan hutan agar mampu menerapkan sistem pengelolaan modern yang lebih aman, tertib, dan profesional. Dengan demikian, wisata pendakian di kawasan hutan tidak hanya memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung, tetapi juga tetap menjaga kelestarian alam sebagai aset bersama. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026