KEDU UTARA, PERHUTANI (09/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidodadi melaksanakan kegiatan komunikasi sosial dan langkah preventif keamanan hutan (Kamhut), sekaligus membahas penggalian potensi serta pengembangan agroforestry kopi dan alpukat di Dusun Yososari, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 21C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Sabtu (06/06).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Perhutani bersama pengurus dan anggota LMDH Sidodadi sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya hutan secara produktif dan berkelanjutan. Selain membahas aspek keamanan kawasan, pertemuan juga menjadi sarana bertukar gagasan mengenai pengembangan usaha berbasis agroforestry yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Komoditas kopi dan alpukat yang telah berkembang di wilayah Dusun Yososari menjadi salah satu fokus pembahasan. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan kelestarian kawasan hutan. Di samping itu, potensi wisata Sunrise Camp Area juga menjadi perhatian bersama sebagai salah satu destinasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, mengatakan bahwa Perhutani terus mendorong pengelolaan hutan yang mengedepankan keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi melalui kolaborasi bersama masyarakat desa hutan.

“Komunikasi dan koordinasi dengan LMDH merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan secara bersama. Agroforestry kopi dan alpukat serta keberadaan Sunrise Camp Area menjadi potensi yang sangat baik untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujar Naufal.

Ia menambahkan bahwa upaya preventif Kamhut perlu terus diperkuat guna menjaga kawasan hutan dari berbagai bentuk gangguan. Dengan terjaganya keamanan hutan, berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi kawasan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan hutan. Oleh karena itu, Perhutani senantiasa membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan seluruh pihak guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua LMDH Sidodadi, Maryanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan pendampingan yang selama ini terjalin antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Menurutnya, keberadaan tanaman kopi dan alpukat serta potensi wisata Sunrise Camp Area menjadi peluang yang dapat terus dikembangkan bersama.

“Kami sangat mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan dan menggali berbagai potensi yang ada. Masyarakat siap berpartisipasi aktif dalam pengembangan agroforestry kopi dan alpukat agar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan,” ungkap Maryanto.

Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan terus meningkat seiring tumbuhnya berbagai kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Dengan demikian, keberadaan hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang dikelola secara bijaksana.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani bersama LMDH Sidodadi berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin kuat sehingga pengelolaan hutan di wilayah BKPH Wonosobo dapat berlangsung secara aman, produktif, dan berkelanjutan serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026