KEDU UTARA, PERHUTANI (06/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus mendorong pengembangan Telomoyo Nature Park, yang berada di Desa Keditan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, sebagai destinasi wisata alam unggulan, berbasis kemitraan kehutanan, Senin (05/01). Kawasan wisata di lereng Gunung Telomoyo, tersebut dikelola melalui skema kemitraan antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadewo, sebagai wujud sinergi pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menjelaskan bahwa Telomoyo Nature Park, menawarkan panorama alam yang asri dengan hamparan perbukitan hijau, udara sejuk, serta lanskap khas pegunungan. Keindahan alam tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik masyarakat umum maupun instansi yang ingin mengadakan kegiatan luar ruang seperti kegiatan kebersamaan, pelatihan, hingga aktivitas kelompok berbasis alam.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menyampaikan bahwa seiring meningkatnya minat kunjungan, pengelola terus melengkapi sarana dan prasarana pendukung wisata. Di kawasan Telomoyo Nature Park, telah tersedia fasilitas penginapan sederhana bagi pengunjung yang ingin bermalam. Selain itu, tersedia pendopo, yang dapat dimanfaatkan untuk pertemuan, diskusi, maupun kegiatan kelompok. Area yang luas juga disiapkan sebagai lokasi berkemah sehingga cocok bagi komunitas pecinta alam, pelajar, maupun keluarga yang ingin menikmati suasana kawasan hutan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa pengelolaan Telomoyo Nature Park, merupakan bagian dari komitmen Perhutani, dalam mengoptimalkan fungsi kawasan hutan, tidak hanya sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga sebagai sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, skema kemitraan dengan LMDH, menjadi kunci agar pengelolaan wisata berjalan secara partisipatif dan bertanggung jawab.
“Perhutani, mendorong pengembangan wisata alam berbasis kemitraan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat desa hutan. Telomoyo Nature Park, menjadi contoh bahwa hutan dapat dikelola secara produktif tanpa mengesampingkan aspek kelestarian,” ujar Andrie Syailendra.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada mitra pengelola agar seluruh aktivitas wisata tetap sejalan dengan prinsip kelestarian hutan, keselamatan pengunjung, serta ketertiban pengelolaan kawasan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, juga mencatat pernyataan Ketua LMDH Sadewo, Karyadi, yang mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Telomoyo Nature Park, memberikan dampak positif, khususnya dalam membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga Desa Keditan. Mulai dari pengelolaan fasilitas, jasa pemandu, hingga penyediaan kebutuhan wisatawan, seluruhnya melibatkan masyarakat setempat.
“Dengan adanya kemitraan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan langsung dalam pengelolaan wisata. Dampaknya terasa pada peningkatan ekonomi warga dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap kawasan hutan,” kata Karyadi.
Ia berharap Telomoyo Nature Park, semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak pengunjung tanpa mengabaikan nilai kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. LMDH Sadewo, bersama Perhutani, berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, serta keindahan kawasan agar wisata alam Telomoyo tetap lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026