KEDU UTARA, PERHUTANI (22/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, dalam semangat memperingati Hari Kartini, terus mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai bidang pekerjaan kehutanan. Tidak hanya dalam kegiatan administratif, para pekerja wanita juga terlibat langsung sebagai mitra kerja di lapangan, mulai dari penyadapan getah pinus, persemaian tanaman, hingga pemeliharaan kawasan hutan yang tersebar di wilayah kerja KPH Kedu Utara, Selasa, (21/04).

Keterlibatan perempuan, dalam pengelolaan hutan menjadi wujud nyata bahwa emansipasi wanita saat ini telah menjangkau berbagai sektor, termasuk bidang kehutanan yang selama ini identik dengan pekerjaan laki-laki. Di sejumlah petak hutan wilayah KPH Kedu Utara, para mitra kerja perempuan terlihat bekerja berdampingan bersama pekerja pria dengan semangat dan dedikasi tinggi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung produktivitas perusahaan.

Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani, memberikan ruang yang sama bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Menurutnya, semangat Kartini, harus diwujudkan dalam bentuk kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang di lingkungan kerja.

“Perempuan, memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan. Perhutani, melihat bahwa pekerja wanita memiliki ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya. Semangat Kartini, menjadi pengingat bahwa perempuan juga mampu berkontribusi nyata dalam sektor kehutanan,” ujar Andrie.

Ia, menambahkan bahwa keberadaan pekerja wanita bukan hanya membantu operasional di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Dengan melibatkan perempuan dalam aktivitas kehutanan, Perhutani, berharap dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat desa hutan.

Salah satu mitra sadap perempuan, Nurminah, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari pengelolaan hutan bersama Perhutani. Menurutnya, pekerjaan sebagai mitra sadap tidak hanya memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelestarian hutan di sekitarnya.

“Sebagai perempuan, kami merasa dihargai karena diberi kesempatan ikut bekerja di hutan. Selain membantu ekonomi keluarga, kami juga ikut menjaga hutan agar tetap lestari karena hutan ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kehadiran pekerja wanita di kawasan hutan menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan Kartini masih relevan hingga saat ini. Perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Melalui keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan kehutanan, Perhutani, KPH Kedu Utara, berharap semangat Kartini, dapat terus hidup dalam setiap langkah pengelolaan hutan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan semangat tersebut, hutan tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk berkarya dan berdaya. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026