KEDU UTARA, PERHUTANI (24/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mendorong pengembangan dan promosi wisata alam serta jalur pendakian Gunung Giyanti yang berada di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Objek wisata alam tersebut masuk dalam kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalegen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, dan dikelola melalui skema kemitraan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Balesari, Rabu (24/12).
Wisata Alam dan Pendakian Gunung Giyanti memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam yang menawarkan keindahan lanskap hutan, udara sejuk pegunungan, serta jalur pendakian yang relatif ramah bagi pendaki pemula. Letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Magelang menjadi nilai tambah tersendiri karena mudah dijangkau oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani secara konsisten mendorong penggalian dan pengembangan potensi desa-desa sekitar hutan melalui pemanfaatan jasa lingkungan, salah satunya sektor wisata alam. Menurutnya, pengelolaan wisata berbasis kemitraan menjadi langkah strategis untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyatakan bahwa Perhutani mendukung penuh pengembangan Wisata Alam dan Pendakian Gunung Giyanti melalui skema kemitraan dengan LMDH. Ia menekankan prinsip bahwa hutan harus tetap lestari, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, dan wisatawan memperoleh pengalaman berwisata yang aman serta nyaman. Ia menambahkan bahwa promosi wisata alam perlu terus ditingkatkan agar potensi yang dimiliki Gunung Giyanti semakin dikenal luas dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan kearifan lokal.
Ketua LMDH Wana Lestari Desa Balesari, Zumaroh, menyampaikan bahwa keberadaan Wisata Alam dan Pendakian Gunung Giyanti memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa. Melalui pengelolaan wisata, warga terlibat langsung sebagai pengelola, pemandu pendakian, petugas parkir, hingga pelaku usaha kecil seperti warung dan penjualan produk lokal. Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya wisata Gunung Giyanti, masyarakat Desa Balesari merasakan manfaat nyata karena membuka lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya usaha kecil masyarakat sekitar hutan.
Ketua LMDH Wana Lestari Desa Balesari, Zumaroh, juga menyampaikan apresiasi kepada Perhutani yang terus memberikan pendampingan dan arahan dalam pengelolaan wisata, khususnya terkait tata kelola kawasan hutan, keselamatan pendaki, serta upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ke depan, Perhutani bersama LMDH Wana Lestari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan Wisata Alam dan Pendakian Gunung Giyanti, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun promosi. Keberadaan wisata ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif destinasi wisata alam di Kabupaten Magelang, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nur)
Editor: Tri
Copyright © 2025