KEDU UTARA, PERHUTANI (05/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, mendukung dan menghadiri kegiatan aksi nyata penanaman yang digagas oleh Pemerintah Desa Sigedang, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), UIN Walisongo, di kawasan hutan Petak 16, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, wilayah Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu, (04/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi multipihak dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus sebagai tindak lanjut dari sosialisasi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan, yang sebelumnya telah disampaikan oleh petugas Perhutani, kepada masyarakat desa.
Aksi penanaman dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman kehutanan, antara lain puspa, damar, dan beringin. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga kestabilan tanah, meningkatkan daya resap air, serta memperkuat upaya konservasi di kawasan lereng Gunung Sindoro yang rawan bencana hidrometeorologi.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Kepala Desa Sigedang, LSM Samitra Lingkungan, Wilayah Wonosobo, BPBD Kecamatan Kejajar, Tim Restorasi Hutan Kabupaten Wonosobo, Ketua Basecamp Gunung Sindoro via Sigedang, mahasiswa KKN UIN Walisongo, Tim Restorasi Hutan Wilayah Sigedang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sigedang, Kelompok Tani Hutan (KTH), Desa Sigedang, serta Karang Taruna Desa Sigedang.
Administratur, Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya fungsi hutan.
“Perhutani, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Sigedang, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo. Aksi penanaman ini merupakan bentuk nyata implementasi pemahaman masyarakat terhadap regulasi kehutanan, khususnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan,” ujar Yossy Elfirani.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, terbuka terhadap sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya rehabilitasi dan restorasi hutan. Menurutnya, pelestarian hutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sigedang, Mad Habib, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.
“Kawasan hutan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Sigedang. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak,” tutur Mad Habib.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa KKN UIN Walisongo, Anas Misbahul, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga ingin memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Penanaman pohon ini, menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk memahami pentingnya menjaga hutan dan ekosistem,” ungkap Anas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat, dalam menjaga kelestarian hutan. Aksi penanaman tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026