KEDU UTARA, PERHUTANI (17/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, turut mendukung dan mendampingi kegiatan sosialisasi penerapan sistem digitalisasi tiket pendakian Gunung Sumbing jalur Bowongso atau yang lebih dikenal dengan Basecamp Djoegil Awar-awar, masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola wisata pendakian yang lebih modern dan tertib. Kamis (12/03)
Sosialisasi disampaikan oleh tim tiket pendakian online dari PT Manggala Tekhnologi Nusantara, dengan harapan penerapan sistem tiket digital mampu memberikan kemudahan bagi para pendaki dalam melakukan pendaftaran, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan wisata pendakian.
Dalam kegiatan tersebut, tim tiket pendakian online memaparkan mekanisme penggunaan sistem digital, mulai dari proses registrasi, pembayaran, hingga verifikasi saat pendakian. Selain itu, disampaikan pula pentingnya pendataan pengunjung secara akurat guna mendukung aspek keselamatan serta pengendalian jumlah pendaki di kawasan Gunung Sumbing.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo menyampaikan bahwa Perhutani sangat mendukung langkah digitalisasi ini sebagai bagian dari transformasi pengelolaan wisata alam di kawasan hutan.
“Perhutani pada prinsipnya mendukung penuh penerapan sistem digitalisasi tiket pendakian. Hal ini tidak hanya mempermudah layanan bagi para pendaki, tetapi juga membantu dalam pengawasan dan pengendalian aktivitas di kawasan hutan agar tetap aman dan lestari,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya sistem digital, diharapkan pengelolaan pendakian menjadi lebih tertib, serta mampu meminimalisir potensi risiko yang dapat terjadi di lapangan, terutama terkait keselamatan pengunjung.
Sementara itu, perwakilan tim tiket pendakian online, Dimas Suryo Bintoro, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pendakian.
“Melalui sistem tiket online, calon pendaki dapat melakukan pendaftaran dari mana saja tanpa harus datang langsung ke basecamp. Selain itu, data pendaki dapat terintegrasi dengan baik sehingga memudahkan proses monitoring,” jelasnya.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk Perhutani dan pengelola basecamp, dapat mempercepat implementasi sistem ini secara optimal.
Ketua Basecamp Djoegil Awar-awar, Yunaeri, menyambut positif kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi tiket menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas layanan kepada para pendaki.
“Kami sangat mendukung penerapan sistem ini karena akan mempermudah pengelolaan pendakian dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung. Harapannya, pendakian di jalur Bowongso bisa semakin tertib, aman, dan diminati,” ungkapnya.
Dengan adanya pendampingan dari Perhutani serta sinergi bersama para pihak, penerapan sistem digitalisasi tiket pendakian Gunung Sumbing diharapkan dapat berjalan optimal, sekaligus mendukung pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)