KEDU UTARA, PERHUTANI (13/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menghadiri dan mendukung kegiatan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Cabang Dinas Kehutanan (CDK), Wilayah VII, di Basecamp Pestan, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Kamis, (12/02). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus persiapan menghadapi Lomba Wana Lestari tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Perhutani, DLHK CDK Wilayah VII, MPA Butuh Lor, Camat Kalikajar, serta perwakilan pengelola wisata setempat. Pembinaan difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis pengendalian kebakaran, patroli terpadu, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla.

Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa Perhutani, berkomitmen mendukung penguatan peran MPA, sebagai garda terdepan perlindungan hutan di tingkat tapak.

“Perhutani, mendukung penuh kegiatan pembinaan MPA ini. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Sinergi antara Perhutani, DLHK, Pemerintah Kecamatan, dan komunitas lokal, harus terus diperkuat demi menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Ia, menambahkan bahwa pembinaan tersebut juga menjadi momentum untuk memantapkan kesiapan MPA Butuh Lor, dalam mengikuti Lomba Wana Lestari, tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama yang solid antarinstansi akan menjadi modal utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

Ia, menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Kalikajar, siap bersinergi dalam mendukung perlindungan hutan sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis lingkungan.

“Kami mendukung penuh pembinaan MPA, dan akan terus bersinergi bersama Perhutani, serta DLHK. Kawasan hutan di Kalikajar memiliki nilai ekologis dan wisata yang tinggi sehingga perlu dijaga bersama. Terlebih MPA Butuh Lor, saat ini mewakili dalam ajang Lomba Wana Lestari, tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia, juga menyinggung keberadaan Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Garung Stick Pala, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan lingkungan di wilayah Kalikajar. Keberadaan basecamp tersebut menjadi contoh sinergi antara pengelolaan wisata dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Kita sebagai instansi tetap bersinergi dalam mendukung Lomba Wana Lestari, Pestan MPA Butuh Lor, tingkat Provinsi Jawa Tengah. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita,” tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan kapasitas dan kesiapsiagaan MPA, semakin meningkat dalam mencegah serta menangani potensi kebakaran hutan. Sinergi lintas sektor yang terbangun menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset strategis dan penopang kehidupan masyarakat. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026