KEDU UTARA, PERHUTANI (23/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara mendukung dan menghadiri kegiatan penanaman bersama yang dilaksanakan oleh Kelompok Pecinta Alam Kompas bersama pengelola pendakian Gunung Setlerep Jalur Gejugan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu (20–21/12) di sepanjang jalur pendakian yang masuk dalam kawasan Resort Pemangkuan Hutan Jumprit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Temanggung.

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan sekaligus mendukung pengelolaan wisata pendakian berbasis kelestarian dan kemitraan. Jalur pendakian Gunung Setlerep yang sempat ditutup dalam waktu cukup lama kini mulai diaktifkan kembali melalui skema kemitraan antara Perhutani KPH Kedu Utara dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Rimba Lestari, dengan melibatkan pemerintah desa serta kelompok masyarakat setempat.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman menjadi langkah awal yang penting sebelum pengaktifan kembali jalur pendakian. Menurutnya, aspek kelestarian hutan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata alam.

“Penanaman ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Perhutani mendukung pengelolaan wisata pendakian Gunung Setlerep yang dilakukan secara bertanggung jawab melalui skema kemitraan dengan LMDH,” ujar Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Temanggung, Riry Osmaroza.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan wisata berbasis kemitraan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan, sekaligus menjaga fungsi hutan sebagai kawasan lindung dan penyangga kehidupan.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Rimba Lestari, Sucianto, menyampaikan bahwa keterlibatan LMDH dalam kegiatan penanaman dan pengelolaan wisata menjadi bentuk tanggung jawab masyarakat desa hutan dalam menjaga kawasan. Ia menegaskan bahwa pengaktifan kembali jalur pendakian dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kelestarian, serta kesiapan masyarakat.

“Dengan adanya kemitraan bersama Perhutani, kami berkomitmen untuk mengelola wisata pendakian Gunung Setlerep secara tertib, aman, dan ramah lingkungan,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Rimba Lestari, Sucianto.

Sementara itu, pengelola basecamp pendakian Gunung Setlerep Jalur Gejugan, Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman dilakukan di sepanjang jalur pendakian sebagai bagian dari persiapan pembukaan kembali jalur. Menurutnya, keterlibatan komunitas pecinta alam menjadi energi positif dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

“Kami ingin memastikan bahwa pendaki yang nantinya datang tidak hanya menikmati alam, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga hutan,” ungkap Utomo.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Desa Wates, Setyo Fadli, yang mengapresiasi sinergi antara Perhutani, LMDH, komunitas pecinta alam, dan pengelola wisata. Ia berharap pengaktifan kembali jalur pendakian Gunung Setlerep dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian desa tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan penanaman bersama ini, Perhutani berharap pengelolaan wisata pendakian Gunung Setlerep Jalur Gejugan dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar hutan, serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
(Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2025