Kegiatan pembinaan dilaksanakan di kediaman Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wana Asri dan dihadiri jajaran petugas lapangan BKPH Candiroto, perangkat desa, serta para anggota mitra sadap. Turut hadir Kepala Desa Kertosari yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani memberikan pemahaman teknis terkait tata cara penyadapan getah pinus yang baik dan benar. Selain itu, para mitra juga diingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber utama penghasilan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan mitra sadap.
Ia menjelaskan bahwa melalui pembinaan ini, para mitra sadap diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil getah pinus. Dengan teknik yang tepat, hasil sadapan dapat lebih optimal tanpa merusak tegakan pohon sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.
Ia menegaskan bahwa Perhutani akan terus melakukan pendampingan melalui program pembinaan berkelanjutan guna menciptakan sinergi antara pengelolaan hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Kepala Desa Kertosari, Sugeng Purnomo, mengapresiasi langkah Perhutani dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam penyadapan getah pinus.
Ia berharap masyarakat dapat lebih profesional dalam melakukan penyadapan sehingga hasil yang diperoleh meningkat dan berdampak pada kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wana Asri, Wahyu Prasetyo, menyampaikan terima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh Perhutani. Ia mengungkapkan bahwa edukasi tersebut membantu meningkatkan efektivitas kerja serta hasil sadapan yang berpengaruh terhadap pendapatan anggota.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mitra sadap semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai aset bersama. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan (Kom-PHT/Kdu/Nurul).
Editor: Tri
Copyright © 2026