KEDU UTARA, PERHUTANI (09/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Redi Mulyo melaksanakan gerakan pengerokan getah pinus bersama di Desa Giyono, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, Selasa (09/06).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, didampingi jajaran manajemen KPH Kedu Utara, petugas lapangan, anggota LMDH Redi Mulyo, serta para mitra sadap. Gerakan pengerokan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas getah pinus sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat yang selama ini menjadi mitra dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu.

Dalam pelaksanaannya, para peserta secara bersama-sama melakukan pengerokan pada pohon pinus yang telah memasuki masa sadap. Kegiatan ini menjadi bagian dari pemeliharaan bidang sadapan guna menjaga kualitas alur sadap agar produksi getah pinus tetap optimal. Meningkatnya produksi getah pinus diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan hasil usaha sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi para mitra sadap dan masyarakat desa hutan yang terlibat dalam kegiatan penyadapan.

Usai pelaksanaan pengerokan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara jajaran manajemen KPH Kedu Utara dan para mitra sadap. Dalam suasana penuh keakraban, berbagai masukan dan aspirasi disampaikan terkait pelaksanaan kegiatan penyadapan, kondisi lapangan, serta upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para penyadap.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa gerakan pengerokan bersama tersebut merupakan salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi getah pinus yang menjadi komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu.

“Gerakan pengerokan bersama ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas getah pinus, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan serta membangun komunikasi yang baik dengan para mitra sadap. Semakin tinggi produksi getah pinus yang dihasilkan, maka secara otomatis akan berdampak pada meningkatnya penerimaan dan penghasilan yang diperoleh para mitra sadap. Karena itu, semangat kebersamaan dan kualitas sadapan perlu terus dijaga,” ujar Andrie Syailendra.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat sekitar kawasan hutan. Melalui kemitraan yang harmonis, manfaat ekonomi dari hasil hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh pihak.

Sementara itu, perwakilan mitra sadap, Tirahman, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Kedu Utara yang selama ini terus memberikan pendampingan dan membuka ruang komunikasi dengan para penyadap.

“Kami merasa senang dan bangga karena kegiatan ini dipimpin langsung oleh Administratur KPH Kedu Utara. Melalui dialog yang dilaksanakan, para mitra sadap dapat menyampaikan berbagai masukan dan mendapatkan arahan secara langsung. Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan. Dengan meningkatnya produksi getah pinus, tentu akan memberikan dampak positif terhadap penghasilan para penyadap dan kesejahteraan keluarga kami,” ungkap Tirahman.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara bersama LMDH Redi Mulyo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi hasil hutan bukan kayu, meningkatkan pendapatan para mitra sadap, sekaligus mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026