KEDU UTARA, PERHUTANI (09/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Medono, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, terkait keamanan hutan serta upaya antisipasi bencana alam di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gempol, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di kawasan hutan, Sabtu (07/02).
Kegiatan komsos dan koordinasi tersebut dihadiri oleh petugas Perhutani, perangkat Pemerintah Desa Medono, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perwakilan masyarakat sekitar kawasan hutan. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai isu strategis, antara lain potensi gangguan keamanan hutan, risiko bencana alam seperti tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran hutan, serta peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi pengelolaan hutan. Menurutnya, keamanan hutan dan kesiapsiagaan bencana tidak dapat diwujudkan tanpa dukungan serta partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah desa.
“Perhutani terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga keamanan hutan. Selain itu, koordinasi terkait antisipasi bencana alam sangat penting mengingat kawasan hutan memiliki potensi kerawanan tertentu, sehingga diperlukan langkah-langkah pencegahan sejak dini,” ujar Herman Sutrisno.
Ia menambahkan bahwa Perhutani berkomitmen meningkatkan upaya preventif melalui patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan peran lembaga desa dalam menjaga kawasan hutan. Dengan adanya koordinasi yang intensif, diharapkan potensi gangguan keamanan hutan dan risiko bencana alam dapat diminimalisir.
Kepala Desa Medono, Joko Sorono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani dalam melakukan koordinasi terkait keamanan hutan dan antisipasi bencana alam. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman pemerintah desa dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan.
“Kami menyambut baik koordinasi yang dilakukan Perhutani. Pemerintah desa siap mendukung upaya menjaga keamanan hutan dan turut berperan dalam antisipasi bencana alam, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan,” ungkap Joko Sorono.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas mekanisme pelaporan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan hutan maupun tanda-tanda bencana alam, serta pentingnya sinergi lintas pihak dalam penanganan situasi darurat. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan menekankan pendekatan preventif dan partisipatif.
Melalui kegiatan komsos dan koordinasi ini, Perhutani KPH Kedu Utara berharap terjalin kerja sama yang semakin solid dengan Pemerintah Desa Medono dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam serta menciptakan pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026