KEDU UTARA, PERHUTANI (05/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan koordinasi dengan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0705/Magelang, terkait rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), yang direncanakan berada di wilayah Kabupaten Magelang. Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung dalam suasana dialog konstruktif guna menyamakan persepsi serta membahas berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan rencana pembangunan tersebut pada Selasa, (03/03).
Pertemuan tersebut membahas rencana kebutuhan lahan, kesesuaian lokasi, serta aspek administrasi dan tata kelola kawasan hutan apabila nantinya terdapat area yang berkaitan dengan kawasan hutan Perhutani.
Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani, pada prinsipnya mendukung program strategis pemerintah, termasuk rencana pembangunan fasilitas pertahanan negara. Namun demikian, setiap rencana pemanfaatan lahan yang berkaitan dengan kawasan hutan harus melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku agar tetap menjaga fungsi hutan serta keberlanjutan pengelolaannya.
“Perhutani, pada dasarnya siap berkoordinasi dan mendukung program pembangunan yang memiliki nilai strategis bagi negara, termasuk rencana pembangunan Yonif TP ini. Namun tentunya semua harus melalui kajian serta prosedur yang berlaku sehingga tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan dan tata kelola kawasan,” jelas Andrie.
Ia, menambahkan bahwa komunikasi dan koordinasi lintas sektor sangat penting agar setiap rencana pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Oleh karena itu, pertemuan seperti ini menjadi bagian dari upaya awal untuk saling bertukar informasi serta memastikan seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, perwakilan Kodim 0705/Magelang, Kapten Infanteri. Ketut Kukuh, menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah untuk menyampaikan rencana pembangunan Yonif TP, sekaligus menggali informasi terkait kemungkinan lokasi yang sesuai, termasuk apabila terdapat wilayah yang bersinggungan dengan kawasan hutan.
“Koordinasi ini penting agar sejak awal kita memiliki pemahaman yang sama terkait kondisi wilayah serta aturan yang berlaku. Kami berharap melalui komunikasi yang baik dengan Perhutani, rencana pembangunan Yonif TP, di wilayah Magelang, dan Temanggung, dapat direncanakan secara matang dan tetap memperhatikan aspek lingkungan maupun tata ruang,” ujar Ketut Kukuh.
Ia, juga menegaskan bahwa pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam setiap rencana pembangunan fasilitas pertahanan selalu berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan negara.
Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan tercipta sinergi yang baik antara Perhutani, dan jajaran TNI, sehingga setiap rencana pembangunan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung kepentingan strategis negara. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026