KEDU UTARA, PERHUTANI (12/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kembang Jaya Desa Keseneng dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Lembah Lestari. Koordinasi tersebut membahas pendampingan terkait tata cara kerja sama dengan Perhutani dalam rencana pembukaan jalur pendakian baru melalui skema kemitraan di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Jumat (09/01).

Kegiatan koordinasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai mekanisme kerja sama yang sesuai dengan ketentuan Perhutani dan peraturan kehutanan yang berlaku. Selain itu, koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan rencana pembukaan jalur pendakian dapat berjalan tertib, legal, serta tetap mengedepankan aspek keamanan, kelestarian hutan, dan keselamatan pengunjung.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Yossy Elfirani menyampaikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan kawasan hutan, termasuk untuk kegiatan wisata alam dan pendakian, harus dilakukan melalui mekanisme kerja sama yang sah. Menurutnya, skema kemitraan menjadi solusi untuk menjembatani kepentingan pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat.

“Perhutani pada prinsipnya terbuka terhadap rencana pengembangan wisata alam, termasuk pembukaan jalur pendakian baru. Namun seluruh proses harus melalui tata cara dan skema kemitraan yang jelas, sehingga aspek kelestarian hutan, keamanan kawasan, serta manfaat bagi masyarakat dapat terjamin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendampingan yang diberikan Perhutani bertujuan agar mitra memahami hak dan kewajiban dalam pengelolaan kawasan hutan. Dengan demikian, potensi wisata alam dapat dikembangkan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan fungsi ekologis hutan.

Ketua LMDH Kembang Jaya Desa Keseneng Mugiharto mengapresiasi langkah koordinasi dan pendampingan yang dilakukan oleh Perhutani. Ia menilai komunikasi yang terbuka sangat penting untuk menyamakan persepsi dan menghindari kesalahan dalam pengelolaan kawasan hutan.

“Kami menyambut baik pendampingan dari Perhutani. Dengan adanya penjelasan terkait tata cara kerja sama, kami sebagai LMDH menjadi lebih memahami prosedur yang harus ditempuh agar rencana pembukaan jalur pendakian dapat berjalan sesuai aturan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan KPA Lembah Lestari Surdiyono menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengikuti seluruh ketentuan serta mendukung upaya pelestarian hutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan pendakian harus sejalan dengan prinsip konservasi dan keselamatan.

“Kami siap berkolaborasi dengan Perhutani dan LMDH melalui skema kemitraan. Harapannya, jalur pendakian yang direncanakan tidak hanya memberikan manfaat wisata, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian kawasan hutan,” katanya.

Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani berharap terbangun sinergi yang kuat antara pengelola hutan, masyarakat desa hutan, dan komunitas pecinta alam. Perhutani menegaskan komitmennya untuk mendampingi setiap rencana pemanfaatan kawasan hutan agar berjalan sesuai regulasi, aman, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026