Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menyampaikan bahwa kegiatan komsos, dan koordinasi, tersebut berlangsung di basecamp pendakian Gunung Sumbing, via Mangli, yang berada di wilayah Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Jalur pendakian tersebut masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, sehingga pengelolaannya memerlukan sinergi dan koordinasi yang baik antara Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta pengurus basecamp.
Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melibatkan jajaran petugas lapangan BKPH Magelang, Kepala Desa Mangli, Ketua LMDH Wana Makmur, serta pengurus basecamp pendakian Gunung Sumbing, via Mangli. Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas berbagai aspek pengelolaan jalur pendakian, mulai dari keamanan kawasan hutan, keselamatan pendaki, hingga langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui Administratur KPH Kedu Utara, yang diwakili Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan komsos bertujuan memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi terkait pengelolaan jalur pendakian di kawasan hutan Perhutani.
Ia, menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama mengingat tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan risiko seperti jalur licin, longsor, pohon tumbang, serta kondisi alam lain yang dapat membahayakan pendaki.
“Perhutani menekankan agar pengelola basecamp dan para pendaki selalu mengutamakan aspek keselamatan. Dalam kondisi cuaca ekstrem, perlu adanya pembatasan atau pengetatan aktivitas pendakian sesuai dengan situasi di lapangan,” ujarnya.
Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, juga mendapat dukungan dari Ketua LMDH Wana Makmur Desa Mangli, Yahno. Menurutnya, peran LMDH sangat penting sebagai mitra Perhutani dalam pengawasan kawasan, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta menjaga kelestarian hutan di sekitar jalur pendakian.
“LMDH Wana Makmur mendukung penuh langkah Perhutani, dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus keselamatan pendaki Gunung Sumbing, via Mangli. Kami siap bersinergi dalam pengawasan jalur pendakian, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta menjaga kelestarian hutan di sekitar kawasan pendakian,” katanya.
Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui pengurus basecamp pendakian Gunung Sumbing, via Mangli, Toni, menyampaikan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Perhutani, dan LMDH.
Ia, menjelaskan bahwa pihak basecamp secara rutin memberikan imbauan kepada calon pendaki terkait kondisi cuaca, kelengkapan peralatan, serta kepatuhan terhadap aturan pendakian yang berlaku.
“Kami terus berkoordinasi dengan Perhutani, dan LMDH, dalam pengelolaan jalur pendakian. Selain itu, kami secara rutin memberikan imbauan kepada calon pendaki agar memperhatikan kondisi cuaca, melengkapi peralatan pendakian, dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan komsos dan koordinasi tersebut, Perhutani, berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, LMDH, dan pengelola basecamp, dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta menjamin keselamatan pendaki. Perhutani juga mengimbau seluruh pendaki untuk selalu mematuhi aturan, memperhatikan informasi cuaca, dan mengutamakan keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian di Gunung Sumbing. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)