KEDU UTARA, PERHUTANI (21/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos), evaluasi terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pemanfaatan lahan di bawah tegakan untuk budidaya rumput odot di Petak 21, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidodadi, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (21/01/2026).
Komsos evaluasi ini bertujuan menilai pelaksanaan kerja sama pemanfaatan lahan di bawah tegakan agar tetap berjalan sesuai ketentuan PKS, tidak mengganggu pertumbuhan tegakan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa hutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana dialog antara Perhutani, dan LMDH, untuk menyampaikan masukan, kendala, serta solusi terkait pelaksanaan budidaya rumput odot.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Perhutani, bersama pengurus LMDH Sidodadi, melakukan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung kondisi tanaman rumput odot, pola pemanfaatan lahan, serta kesesuaian kegiatan budidaya dengan ketentuan yang telah disepakati. Pemanfaatan lahan di bawah tegakan dinilai sebagai salah satu bentuk kemitraan kehutanan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara tertib dan berkelanjutan.
Administratur KPH Kedu Utara, melalui Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Cecep Gusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan komsos evaluasi merupakan bagian dari pembinaan dan pendampingan Perhutani, kepada mitra kerja di lapangan. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan kerja sama pemanfaatan kawasan hutan.
“Komsos evaluasi ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan PKS berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan hutan. Prinsipnya, kegiatan pemanfaatan harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, terus mendorong pola kemitraan kehutanan yang legal, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui evaluasi dan komunikasi secara berkala, diharapkan setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara musyawarah dan solutif.
Sementara itu, Ketua LMDH Sidodadi Desa Reco, Gito Nasio, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan komsos evaluasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, pendampingan dan komunikasi yang intensif sangat membantu LMDH, dalam menjalankan kerja sama sesuai ketentuan.
“Kami berterima kasih atas pembinaan dari Perhutani. Budidaya rumput odot di bawah tegakan ini sangat bermanfaat bagi anggota LMDH, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Kami berkomitmen menjalankan PKS sesuai aturan dan menjaga kelestarian hutan,” katanya.
Ia, berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Reco.
Melalui kegiatan komsos evaluasi ini, Perhutani, berharap kerja sama pemanfaatan lahan di bawah tegakan bersama LMDH Sidodadi, dapat berjalan semakin baik, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelestarian kawasan hutan di wilayah RPH Anggrunggondok, BKPH Wonosobo. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026