KEDU UTARA, PERHUTANI (21/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan patroli bersama di jalur pendakian Gunung Andong, yang masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Senin (19/01). Kegiatan ini dilakukan bersama pengurus basecamp pendakian dan Kepala Desa Jogoyasan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan serta bahaya longsor, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, memfokuskan patroli pada pengecekan kondisi jalur pendakian, titik-titik rawan longsor, serta fasilitas pendukung keselamatan pendaki. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan jalur pendakian tetap aman dan layak dilalui, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pendaki yang beraktivitas di kawasan Gunung Andong.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui Administratur KPH Kedu Utara, yang diwakili Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa patroli jalur pendakian merupakan agenda rutin yang ditingkatkan pada musim hujan. Menurutnya, intensitas curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko longsor dan membahayakan keselamatan pendaki.
“Perhutani bersama pemangku kepentingan terus melakukan patroli dan pengecekan jalur pendakian Gunung Andong. Langkah ini penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan akibat longsor dan memastikan keamanan kawasan hutan,” ujar Herman.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menambahkan imbauan kepada pengelola basecamp dan pemerintah desa untuk terus berkoordinasi serta menyampaikan informasi terkini kepada pendaki terkait kondisi jalur. Apabila ditemukan titik rawan atau jalur yang berisiko, Perhutani akan melakukan penutupan sementara demi keselamatan bersama.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, mendapatkan dukungan dari Kepala Desa Jogoyasan, Ashari, yang menyambut baik kegiatan patroli bersama tersebut. Menurutnya, jalur pendakian Gunung Andong merupakan salah satu potensi wisata alam unggulan desa yang harus dijaga keamanannya.
“Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama. Dengan adanya patroli bersama Perhutani dan pengurus basecamp, kami berharap potensi bahaya dapat dideteksi lebih awal,” kata Ashari.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, juga mendorong keterlibatan masyarakat desa dan relawan untuk berperan aktif menjaga kebersihan, keamanan, serta ketertiban di jalur pendakian. Sinergi antar pihak dinilai penting untuk menjaga citra Gunung Andong sebagai destinasi pendakian yang aman dan nyaman.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui pengurus basecamp pendakian Gunung Andong, Ruri, menyampaikan bahwa patroli bersama ini sangat membantu pengelola dalam memantau kondisi jalur secara langsung.
“Kami sangat terbantu dengan patroli ini. Jika ada jalur yang licin, pohon tumbang, atau potensi longsor, bisa segera ditindaklanjuti atau diinformasikan kepada pendaki,” ujarnya.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mendukung aktivitas wisata alam yang berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan pengelola basecamp diharapkan mampu menciptakan jalur pendakian Gunung Andong yang aman, tertib, dan ramah bagi para pendaki. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026