KEDU UTARA, PERHUTANI (07/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara melaksanakan patroli pemantauan aktivitas wisata pendakian Gunung Ungaran melalui jalur Mawar yang masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan Lempuyangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ambarawa, Rabu (07/01). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pendaki sekaligus memberikan edukasi terkait potensi risiko cuaca hujan dan angin yang belakangan sering terjadi.

Patroli pemantauan menyasar jalur pendakian, area basecamp, serta titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan pendaki. Selain itu, petugas juga melaksanakan komunikasi sosial dengan pengelola basecamp serta para pendaki yang akan memulai aktivitas pendakian.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa patroli pemantauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mendukung pengelolaan wisata alam yang aman, tertib, dan bertanggung jawab, khususnya pada jalur pendakian yang berada di dalam kawasan hutan.

Ia menjelaskan bahwa Perhutani secara rutin melakukan patroli pemantauan di jalur pendakian Gunung Ungaran melalui jalur Mawar untuk memastikan aktivitas wisata berjalan dengan aman. Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung hujan disertai angin mengharuskan pendaki meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Herman Sutrisno menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi perhatian utama karena hujan dan angin berpotensi meningkatkan risiko, seperti jalur licin, pohon tumbang, serta kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang. Oleh karena itu, Perhutani terus memberikan edukasi langsung kepada pendaki agar tidak memaksakan diri apabila kondisi lapangan tidak memungkinkan.

Perhutani KPH Kedu Utara juga menekankan pentingnya pendakian dilakukan secara berkelompok. Setiap rombongan pendaki diimbau berjumlah minimal empat orang sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat, baik di jalur pendakian maupun di puncak gunung. Pengaturan jumlah rombongan tersebut dinilai penting untuk memastikan dukungan tim, kemudahan koordinasi, serta percepatan penanganan apabila salah satu pendaki mengalami kelelahan, cedera, atau kendala lainnya.

Selain itu, Perhutani mengimbau pengelola basecamp untuk menerapkan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas pendaki, mulai dari pendataan identitas, waktu naik, rencana jalur, hingga estimasi waktu turun. Herman Sutrisno mengingatkan agar pengelola basecamp benar-benar memonitor aktivitas pendaki, termasuk jumlah rombongan pendaki tektok, waktu mulai pendakian, dan waktu turun, sebagai upaya pencegahan kejadian yang tidak diinginkan.

Pengelola basecamp jalur Mawar Anton Sahroni, menyambut baik patroli dan arahan yang diberikan Perhutani. Menurut pengelola, sinergi antara Perhutani dan pengelola basecamp sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pendaki, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Pengelola menyatakan kesiapannya untuk menjalankan seluruh arahan, termasuk memperketat pendataan dan pengawasan pendaki.

Selain pemantauan dan imbauan keselamatan, patroli juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan konservasi kepada para pendaki agar senantiasa menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta menghormati kawasan hutan sebagai ekosistem yang harus dilindungi bersama.

Melalui patroli pemantauan tersebut, Perhutani berharap aktivitas wisata pendakian Gunung Ungaran melalui jalur Mawar dapat terus berjalan dengan aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan rasa aman bagi pendaki dan pengelola wisata di kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026