KEDU UTARA, PERHUTANI (06/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Among Tani, melaksanakan patroli preventif di kawasan hutan Petak 19, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Senin (05/01). Kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi perusakan hutan.

Patroli dilakukan dengan menyusuri areal hutan yang dikelola Perhutani, khususnya pada titik-titik yang rawan gangguan keamanan hutan (gukamhut). Selain memantau kondisi tegakan, petugas juga melakukan pengecekan batas petak, jalur akses, serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Administratur KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa patroli preventif merupakan strategi penting dalam menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, pengamanan hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani secara mandiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sekitar hutan.

“Patroli preventif, ini bertujuan untuk memastikan kawasan hutan tetap aman, kondusif, dan terjaga dari aktivitas perusakan. Perhutani berkomitmen menjaga hutan secara berkelanjutan dengan menggandeng LMDH dan pesanggem sebagai mitra pengelolaan,” ujar Yossy Elfirani.

Ia, menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani, dan masyarakat desa hutan terbukti efektif dalam menekan angka gangguan keamanan hutan. Kehadiran masyarakat sebagai mitra sekaligus pengawas lapangan dinilai mampu memberikan respons cepat apabila ditemukan potensi pelanggaran di kawasan hutan.

Ketua LMDH Among Tani, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Bambang Suparsono, menyambut baik pelaksanaan patroli bersama tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pengamanan hutan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.

“Kami sebagai LMDH, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga hutan. Hutan yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial,” ungkap Bambang.

Dalam patroli tersebut, Perhutani, dan LMDH, juga melaksanakan komunikasi sosial dengan para pesanggem yang menggarap lahan di bawah tegakan. Edukasi disampaikan terkait aturan pengelolaan lahan, larangan perusakan tegakan, serta pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Salah satu pesanggem Suwandi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan patroli preventif tersebut. Ia, mengaku merasa lebih aman dan nyaman dalam menggarap lahan ketika pengamanan hutan berjalan dengan baik.

“Kami sebagai pesanggem tentu ingin hutan tetap terjaga. Jika hutannya aman dan lestari, kami juga dapat mengelola lahan dengan tenang sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutur Suwandi.

Melalui patroli preventif yang dilaksanakan secara rutin dan kolaboratif ini, Perhutani berharap keamanan kawasan hutan Petak 19, RPH Anggrunggondok, dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026