KEDU UTARA, PERHUTANI (06/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan patroli preventif sekaligus komunikasi sosial (komsos), bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Among Tani, di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Senin (05/01). Kegiatan tersebut difokuskan pada pengecekan dan pendampingan budidaya tanaman alpukat yang dikelola masyarakat melalui skema kemitraan pemanfaatan lahan di bawah tegakan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menjelaskan bahwa patroli preventif, dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan kawasan hutan, sekaligus memastikan aktivitas kemitraan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, komsos dimanfaatkan sebagai sarana dialog antara Perhutani dan LMDH, untuk memperkuat sinergi, menyerap aspirasi masyarakat, serta memberikan pendampingan pengelolaan tanaman yang berorientasi pada kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menyampaikan bahwa tanaman alpukat, yang dibudidayakan memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang baik. Selain itu, alpukat, dikenal sebagai tanaman yang mampu mendukung fungsi ekologis kawasan hutan karena memiliki sistem perakaran yang baik serta tajuk yang membantu penyerapan air hujan, sehingga sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui Administratur KPH Kedu Utara, yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa Perhutani, terus mendorong pola kemitraan produktif, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga fungsi lindung hutan.
“Kegiatan patroli preventif dan komsos ini dilakukan untuk memastikan kawasan hutan tetap aman sekaligus mendampingi LMDH, dalam pengelolaan tanaman alpukat. Alpukat memiliki nilai ekonomi tinggi dan secara ekologis mendukung konservasi air, sehingga sangat cocok dikembangkan di bawah tegakan,” ujar Yossy Elfirani.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat desa hutan melalui skema kemitraan yang legal, terarah, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus merusak kawasan hutan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, juga mencatat pernyataan perwakilan LMDH Among Tani, Nur Rohim, yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan perhatian yang diberikan Perhutani. Menurutnya, kemitraan pemanfaatan lahan di bawah tegakan memberikan dampak positif bagi anggota LMDH, khususnya dalam peningkatan pendapatan dan pengetahuan pengelolaan tanaman yang ramah lingkungan.
“Kami berterima kasih kepada Perhutani, yang terus mendampingi kami. Semoga hasil budidaya alpukat, ini dapat membantu perekonomian anggota LMDH, sekaligus meningkatkan kesadaran kami akan pentingnya menjaga hutan, karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ungkap Nur Rohim.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani, berharap kemitraan dengan LMDH Among Tani, terus berkembang dan menjadi contoh pengelolaan hutan yang harmonis antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Patroli preventif, dan komsos, juga akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga keamanan kawasan serta memastikan seluruh aktivitas di dalam hutan berjalan sesuai prinsip kelestarian.
Perhutani, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sekitar hutan. Dengan sinergi yang kuat dan komunikasi yang intensif, pengelolaan hutan berkelanjutan di wilayah BKPH Wonosobo, diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026