KEDU UTARA, PERHUTANI (24/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, bersama jajaran Kodim 0705/Magelang, melaksanakan kegiatan survei lapangan rencana lokasi pembangunan Yonif TP, di petak 20, wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temanggal, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, yang secara administratif berada di Desa Growong, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, pada Jumat, (20/02).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam mendukung program strategis pemerintah dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Survei, dilakukan dengan meninjau langsung kondisi lapangan guna memastikan kesesuaian lokasi dari aspek teknis, tata ruang, serta dampaknya terhadap fungsi kawasan hutan. Tim gabungan melakukan pengamatan terhadap kondisi tegakan, aksesibilitas, dan potensi lingkungan sekitar agar setiap rencana kegiatan dapat berjalan selaras dengan upaya perlindungan sumber daya hutan.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Maria Heny Sustikarini, menyampaikan bahwa Perhutani, pada prinsipnya selalu mendukung program pemerintah, termasuk rencana pembangunan fasilitas pertahanan, selama tetap mengacu pada aturan pengelolaan kawasan hutan dan memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Perhutani, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan terhadap program pemerintah dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta menjaga kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kodim 0705/Magelang, Kapten Inf Ketut Kukuh, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterbukaan Perhutani, dalam proses survei tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal untuk memastikan kesiapan lokasi secara menyeluruh sebelum rencana program dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Kami berharap koordinasi yang baik ini dapat terus terjalin sehingga setiap rencana dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kepentingan pertahanan sekaligus tetap menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Kepala Desa Growong Asror, turut menyambut baik kegiatan survei tersebut.
Ia, berharap rencana ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam membuka peluang ekonomi serta meningkatkan keamanan wilayah.
“Kami mendukung langkah yang dilakukan dengan tetap mengedepankan komunikasi dan memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Melalui kegiatan survei ini, Perhutani, menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memastikan pengelolaan kawasan hutan dilakukan secara bijaksana, profesional, dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, TNI, dan pemerintah desa, diharapkan mampu mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan upaya pelestarian lingkungan demi kepentingan bersama. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026