KEDU UTARA, PERHUTANI (08/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan preventif keamanan hutan di petak 19A, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, pada Selasa (07/04). Kegiatan ini, dilakukan bersama pengelola basecamp pendakian Gunung Sindoro, serta komunitas pecinta alam Jelajah Alam Gunung Lemah Surodilogo (Jagles), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan hutan dan bencana alam.
Kegiatan preventif tersebut difokuskan pada identifikasi area rawan longsor serta pengecekan kondisi tegakan hutan, khususnya pohon-pohon mati yang berpotensi membahayakan jalur aktivitas masyarakat maupun pendaki. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan jalur akses yang kerap dilalui guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Petak 19A, Kepala RPH Anggrunggondok, diketahui memiliki topografi yang cukup curam dengan tingkat kerawanan longsor yang perlu diwaspadai, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, langkah preventif ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat sekitar dan para pendaki.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani, dalam menjaga keamanan kawasan hutan dari berbagai potensi risiko.
“Perhutani, terus melakukan upaya preventif bersama para pemangku kepentingan, termasuk pengelola basecamp dan komunitas pecinta alam, guna memastikan kondisi hutan tetap aman dan terpantau. Identifikasi pohon mati dan area rawan longsor sangat penting untuk meminimalisasi potensi bahaya,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Perhutani, juga mengimbau kepada masyarakat dan pendaki agar selalu berhati-hati serta mematuhi rambu-rambu yang telah ditentukan saat beraktivitas di kawasan hutan.
Sementara itu, perwakilan komunitas pecinta alam Jagles, Muslih, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin bersama Perhutani.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menyangkut keselamatan bersama. Dengan adanya pengecekan langsung di lapangan, potensi bahaya seperti pohon mati dan jalur rawan longsor dapat diketahui lebih dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan dapat berjalan optimal serta mampu meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Perhutani, bersama mitra kerja terus berkomitmen untuk melakukan pemantauan secara berkala guna menciptakan kawasan hutan yang aman, lestari, dan bermanfaat bagi semua pihak. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026