KEDU UTARA, PERHUTANI (24/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), lapangan pada pekerjaan tebangan E di petak 19a1, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Srandil, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Selasa, (21/04). Kegiatan ini, merupakan upaya mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, dengan meninjau pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar kawasan hutan. Dalam kegiatan tersebut, Administratur, memastikan seluruh proses penebangan dan pengangkutan kayu berjalan sesuai rencana kerja serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian hutan.

Percepatan penyelesaian pekerjaan tebangan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena membuka peluang kerja baru bagi warga lokal sebagai tenaga tebang maupun angkut kayu.

Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani, tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa sekitar hutan.

“Perhutani, berkomitmen agar setiap kegiatan pengelolaan hutan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan percepatan pekerjaan tebangan ini, kami berharap semakin banyak warga lokal yang mendapatkan kesempatan kerja sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kehutanan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara Perhutani, dan warga desa hutan. Dengan adanya manfaat ekonomi yang dirasakan secara langsung, masyarakat akan semakin terdorong untuk ikut menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan bersama.

Selain melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan, ia juga memberikan arahan kepada petugas lapangan dan mitra kerja agar pekerjaan dilakukan secara tertib dan sesuai standar operasional.

Ia, menegaskan bahwa percepatan pekerjaan harus tetap diimbangi dengan kualitas pelaksanaan yang baik agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu mitra kerja tebangan, Rifai, mengungkapkan bahwa kegiatan tebangan di petak tersebut sangat membantu perekonomian warga sekitar. Menurutnya, pekerjaan yang tersedia memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.

“Kami merasa terbantu dengan adanya pekerjaan ini karena warga sekitar bisa ikut bekerja dan mendapatkan penghasilan. Selain itu, kami juga merasa lebih dekat dengan Perhutani, karena diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan di kawasan hutan,” katanya.

Ia, menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan kehutanan juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga keamanan kawasan hutan. Dengan demikian, keberadaan hutan tidak hanya dilihat sebagai kawasan yang harus dijaga, tetapi juga sebagai sumber manfaat bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Perhutani, KPH Kedu Utara, menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan sosial. Percepatan pekerjaan tebangan di RPH Srandil, diharapkan menjadi salah satu bentuk sinergi nyata antara Perhutani, dan masyarakat dalam menciptakan manfaat bersama.

Ke depan, Perhutani, akan terus mendorong keterlibatan masyarakat sekitar hutan dalam berbagai kegiatan pengelolaan hutan agar keberadaan kawasan hutan tetap lestari sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi warga desa sekitar. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026