KEDU UTARA, PERHUTANI (02/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan alat Mobile Point of Sale (MPOS), tiket di loket wisata Triangle Sky Telomoyo, yang berada di lereng Gunung Telomoyo. Lokasi wisata tersebut masuk dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Srandil, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Rabu (31/12).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani, dalam mendukung digitalisasi sistem pelayanan wisata, khususnya pada penjualan tiket masuk kawasan wisata alam. Penerapan MPOS, dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan di loket sekaligus mempermudah pengelolaan data kunjungan wisatawan secara harian.

Administratur KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa penerapan sistem MPOS, merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola wisata yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

“Digitalisasi tiket melalui MPOS, sangat membantu petugas di lapangan. Proses pelayanan menjadi lebih cepat dan praktis, serta data jumlah pengunjung dapat terpantau secara real time, setiap harinya. Hal ini penting sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan dalam pengelolaan wisata,” ujar Herman.

Ia, menambahkan bahwa pengecekan alat MPOS, dilakukan untuk memastikan perangkat berfungsi dengan baik, jaringan pendukung berjalan lancar, serta petugas loket memahami prosedur operasional penggunaan alat tersebut. Dengan sistem yang berjalan optimal, pelayanan kepada wisatawan diharapkan semakin maksimal, terutama saat terjadi peningkatan kunjungan.

Selain memudahkan pelayanan, data kunjungan yang tercatat secara digital juga bermanfaat dalam mendukung pengamanan kawasan dan perencanaan pengelolaan wisata ke depan. Melalui data tersebut, Perhutani dapat memantau tren kunjungan, tingkat kepadatan wisatawan, hingga potensi dampak terhadap kawasan hutan di sekitar Gunung Telomoyo.

Sementara itu, petugas loket wisata Triangle Sky Telomoyo, Ahmad Trifauzi, menyampaikan bahwa penggunaan MPOS sangat membantu dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada wisatawan.

“Dengan MPOS, transaksi tiket menjadi lebih cepat dan rapi. Pencatatan data pengunjung juga lebih mudah karena tersimpan secara otomatis di dalam sistem. Hal ini mengurangi risiko kesalahan pencatatan manual dan mempermudah pelaporan harian,” jelasnya.

Ia, menambahkan bahwa wisatawan menyambut positif penerapan sistem digital tersebut karena dinilai praktis dan modern. Dengan demikian, antrean di loket menjadi lebih tertib sehingga pengunjung dapat menikmati wisata dengan lebih nyaman.

Perhutani, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penerapan sistem digital di seluruh objek wisata yang berada dalam kawasan hutan negara. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pengelolaan wisata alam yang profesional, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya pelestarian hutan di lereng Gunung Telomoyo. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026