KEDU UTARA, PERHUTANI (24/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui pendampingan kegiatan pemeliharaan agroforestri alpukat di Kawasan Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Among Tani yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Rabu (22/04). Kegiatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman alpukat yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan melalui pola tanam berkelanjutan.

Pendampingan yang dilakukan bersama anggota LMDH Among Tani difokuskan pada pemeliharaan tanaman alpukat, mulai dari pembersihan gulma, pemupukan, pengecekan kesehatan tanaman, hingga pengaturan jarak tanam agar perkembangan pohon dapat berlangsung optimal. Melalui kegiatan ini, Perhutani juga memberikan arahan teknis kepada kelompok tani agar hasil budidaya mampu menghasilkan buah berkualitas dengan nilai jual tinggi.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo Yossy Elfirani menyampaikan bahwa pola agroforestri merupakan salah satu bentuk pengelolaan hutan yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi tanpa mengesampingkan fungsi konservasi kawasan.

“Perhutani terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa hutan melalui pola agroforestri. Tanaman alpukat memiliki prospek ekonomi yang cukup baik sehingga melalui pendampingan ini Perhutani berharap masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan dari hasil tanaman yang dikelola bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pola tanam agroforestri memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang tumbuh di bawah tegakan secara produktif tanpa merusak fungsi utama hutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga ikut menjaga kawasan agar tetap lestari.

Ketua LMDH Among Tani Bambang Suparsono mengungkapkan bahwa pendampingan dari Perhutani memberikan manfaat besar bagi anggota kelompok dalam memahami teknik pemeliharaan tanaman alpukat yang benar. Ia menilai komoditas alpukat memiliki peluang pasar yang menjanjikan karena permintaan yang terus meningkat.

“Alpukat memiliki nilai ekonomi yang cukup baik. Dengan adanya pendampingan dari Perhutani, kami menjadi lebih memahami cara merawat tanaman agar pertumbuhannya optimal dan hasil panennya maksimal. Ini menjadi harapan baru bagi anggota untuk menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa anggota kelompok semakin bersemangat dalam merawat tanaman karena melihat potensi jangka panjang dari komoditas tersebut. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan agroforestri juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Perhutani berharap pengembangan agroforestri alpukat di wilayah RPH Anggrunggondok dapat menjadi contoh pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang berhasil. Tanaman alpukat diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan kawasan hutan secara bijaksana.

Perhutani KPH Kedu Utara menilai keberhasilan program kemitraan kehutanan sangat ditentukan oleh kerja sama yang baik antara petugas lapangan dan masyarakat desa hutan. Oleh karena itu, pendampingan secara rutin akan terus dilakukan agar tanaman alpukat di kawasan KKP LMDH Among Tani dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Ke depan, Perhutani berharap pengembangan komoditas alpukat di kawasan hutan dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat desa hutan. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan hutan tidak hanya berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026